Dalam Tirta Yatra dua hari ke Jawa Timur
Selalu menyenangkan setiap kali menyusun rencana mengadakan perjalanan bersama keluarga. Kali ini kesempatan itu datang bersama tawaran dari kantor dimana aku bekerja.Tirta Yatra akan diadakan tanggal 10 - 11 Juli 2009, ke beberapa Pura di Jawa timur, demikian mereka uraikan. Tak kusia siakan kesempatan ini... karena, entah kapan lagi bisa kulibatkan mereka. Usia mereka yg semakin beranjak remaja, tingkat aktivitas yang smakin bertambah, kesibukan yang mendera, tentu akan jadi penghalang untuk bepergian bersama...
Pukul enam pagi hari tgl 10 Juli 2009, dengan pick up carteran kami bergerak ke lapangan Lumintang. barang bawaan ku penuh dengan baju hangat mereka, makanan sebagai bekal selama di perjalanan, dan berbagai obat untuk menjaga kondisi kesehatan mereka. Ah, sungguh suatu perjalanan yang penuh kehebohan, mengingat rencana bepergian cuma dua hari, namun barang bawaan bagai bakal pergi selama seminggu. Selalu.. demi alasan membahagiakan anak... Bis sudah menanti kami, satu per satu anggota rombongan berjumlah 150 an orang berdatangan dan menaiki mobil, mencari posisi masing masing.
Perhentian pertama di Pura Rambut Siwi, kutuntun anak-anak bersembahyang memanjatkan doa bagi keberhasilan selama perjalanan Tirta Yatra ini. Tuhan, aku pun waswas terhadap cobaan yang bakal kuhadapi, namun, yakinku pada Mu menenangkan hati ku dalam memenangkan hati Mu..
Pukul 11 siang, di atas ferry penyeberangan Gilimanuk - Ketapang, kusadari... inilah kali pertama anak - anakku kuperkenalkan pada keberadaan mereka di atas laut.
Wajah mereka memancarkan kebahagiaan, hilir mudik turun naik deck kapal, mengamati kerja sang nakhoda di ruang kemudi, asyik berceloteh dan bersenda gurau dengan teman lainnya, hingga mengomentari laut yang sedang kurang bersahabat.
Anak-anakku terserang mabuk kendaraan. Ini perjalanan darat mereka yang terjauh selama ini. Duh... menyedihkan melihat mereka bergantian muntah. Tuhan... bantu aku mengenalkan kehidupan ini bagi mereka, seberat apapun cobaan dan tantangan ini, semoga mereka berhasil melaluinya dan menamatkan perjuangan ini.
Dari Pura Blambangan di Banyuwangi, pergeseran ke Pura Luhur Semeru Agung di Lumajang, berpindah ke Pura Poten di kaki kawah gunung Bromo, dengan beragam ulah sang anak... pergantian kendaraan, keterbatasan hidangan yang mampu mereka terima, Ah, anak anakku, mereka sudah mampu beradaptasi dengan berbagai situasi dan kondisi yang mereka hadapi. Aku terharu, Tuhan buktikan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika kita tetap percaya pada Nya, berada dalam jalan Nya, walau banyak masalah menyeruak dalam dada.
Inilah keunikan mereka, anak - anak, dengan segala celotehannya, senda guraunya, tangis dan rengekan mereka, aku berusaha berikan yang terbaik bagi mereka. Mungkin bukan ibu yang terbaik di dunia, tapi paling tidak, aku telah berusaha...


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda