Anak anakku.... Dari jualan baju hasil rancangannya, hingga tato seharga lima ribu perak
"Ma, tiga ratus ribu ini
uang hasil jualan baju. Baju rancangan Adi sudah habis".
Demikian ujar si sulung kemarin malam, Senin, 16 April 2012. Lalu dia memberikan sejumlah uang padaku.

Maka, emak dan anak ikut jugalah menikmati tato tempelan seharga lima ribu perak. Dan.... inilah tato ku. Bagus, khan, kan, kan...



Anak-anakku....
Demikian ujar si sulung kemarin malam, Senin, 16 April 2012. Lalu dia memberikan sejumlah uang padaku.
Hobi dan kemampuan disertai dengan kemauan dan disiplin tinggi selalu
akan menghasilkan buah karya indah. Dia memperlihatkan hasil dari apa
yang dilakukannya sepenuh rencana dan usaha kerja keras.
Wayan Adi
Pratama, kini dia kelas 2 SMAN I Denpasar. Semoga sepanjang garis
kehidupan akan selalu diisinya dengan berbagai kegiatan positif yang
bukan hanya sekedar hura-hura, apalagi huru hara....
Ah.... Astungkara, Hyang Widhi wasa.
Anak-anakku selalu mewarnai kehidupan dengan segala dinamika mereka dari
hari ke hari.
Terkadang, takjub dengan perkembangan yg mereka
alami. Bagai, sebuah lompatan jauh yang membutuhkan kesiapan dalam
hadapi berbagai situasi dan kondisi yang mereka miliki. Perlu kebijakan
dan kedewasaan dalam menyikapi ini semua, terlibat dalam aktivitas
mereka.
Lain lagi kisah si bungsu. Dia memiliki gambar
tempelan yang juga berfungsi
sebagai tato. Sore ini, kami berkumpul berdua mengamati gambar tempelan
tersebut. Dia mengambil gunting, menggunting menjadi beberapa potong,
lalu mengambil gayung berisi air.

Maka, emak dan anak ikut jugalah menikmati tato tempelan seharga lima ribu perak. Dan.... inilah tato ku. Bagus, khan, kan, kan...

Hmmm.
Made Yudhawijaya si bungsu. Duduk di bangku SDN 13 Padang Sambian Kelod
Denpasar. Selalu bagai meteor yg melesat cepat tiada kenal lelah.
Segudang aktivitas mengisi hari-harinya.
Terkadang, dia membuat
takjub kami semua. Sepulang kerja, kudapati dia sehabis pulang sekolah
dan dilanjutkan dengan les berbagai mata pelajaran, masih juga
menyempatkan bermain layangan bersama teman-teman di perum. Jemari
tangan yang robek terkena pecahan kaca akibat menarik layangan yang
nyangkut di tembok pagar tidak membuatnya kapok. Bahkan, dia bisa
menaikkan layangan yang berukuran jauh lebih besar dari ukuran
tubuhnya.....


Anak-anakku....
Semoga
demikian pula hal nya dengan setiap anak di dunia. Mendapat kesempatan
untuk tumbuh dan berkembang secara maksimal, mengeksploitasi apa yang
ada dalam diri melalui cara-cara positif, demi menggapai prestasi.


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda