PSDP STPNDB bagi Adi (3)
Pembinaan Sikap Dasar Profesi Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali
hari ketiga. Aku tetap belum bisa sepenuhnya mengamati dan mengikuti
aktivitas mereka, baik para panitia, para mahasiswa baru, juga orang
yang terlibat disekitarnya. Biasanya, dari tahun ke tahun, selalu ada
yang kulakukan bagi mereka. Entah sekedar memberi informasi yang
menenangkan para orangtua yang waswas akan apa yg dihadapi para anak
mereka, para mahasiswa yang histeria karena kelelahan, atau yang lainnya
lagi.....
Kesibukan DUPAK yang harus kutuntaskan, telah menyita perhatian dan
tenaga. Meski kami berada pada tempat sama, STPNDB, namun aku tidak bisa
menjangkaunya. Bahkan, hanya bisa kutemui dia jelang acara PSDP bubar
setiap pukul enam sore harinya.
Kubawakan Adi beberapa pakaian ganti. "Ma, bawakan Adi celana dalam ya.
Abis semua nih". Demikian pesan singkatnya di mobile phone ku. Dan,
kusiapkan pakaian ganti baginya, juga bagi Dede sahabatnya. Mereka
bersahabat akrab semenjak di bangku sekolah SMAN I Negeri Denpasar. Made
Pasek Bhajraskara. Adi menumpang di rumah Om nya Dede. Aku tidak mampu
memberi apa pun bagi mereka. Semoga Tuhan membalas budi baik keluarga
mereka.
Setelah tiga hari digojlok dengan beragam aktivitas, dan terpisah
tinggal sementara dari kami, dia terlihat begitu hitam legam. Demikian
pula dengan sekitar 700 an calon mahasiswa baru peserta PSDP STPNDB yang
telah berjemur seharian di bawah terik mentari selama tiga hari
berturut-turut....
Namun Adi sudah lebih tabah dan tenang menjalani hari-hari ini. "Adi
sudah besar. Tidak perlu lagi selalu mengganggu mama dan bapak dengan
tugas-tugas Adi". Demikian ujarnya saat kutanya, tugas apa lagi yang
belum diselesaikannya, dan membutuhkan bantuan kami untuk melengkapinya.
Dheuuhh......
Sungguh, terkadang aku begitu miris, dan merasa sedih. Dia masih begitu
muda, membutuhkan bimbingan dan pendampingan kami. Namun, semua ini demi
masa depannya pula...... Dia harus melalui tahapan penggemblengan ini,
agar menjadi pria dewasa nan bijak bagi dirinya sendiri, tangguh dalam
menjalani hari demi hari, dan segala tantangan juga rintangan dalam
kehidupannya kelak.
Bahkan..... kulihat pula para calon mahasiswa baru lainnya, setelah
lelah seharian berjemur dengan beragam tugas yang masih menanti untuk
dikerjakan, namun menyempatkan diri untuk berfoto ria bersama. Ehm.....
sungguh, keceriaan remaja. Dengan segala aktivitas yang ada di seputar
kehidupan mereka..... dengan segala tipe karakter kepribadian juga
lingkungan yang menyertainya. Mereka akan belajar untuk menjadi dewasa
dengan cara mereka sendiri.
Memanjakan sang anak terlalu berlebihan sungguh tidak baik bagi dirinya
sendiri, juga bagi lingkungan. Dia hanya akan menjadi pria lembek dan
manja. Takkan bisa mandiri. Hidup juga berarti dia harus belajar
beradaptasi dengan lingkungan dan situasi yang mungkin terjadi, belajar
berorganisasi, belajar bersama-sama dalam sebuah tim, yang berarti harus
siap dengan segala kelemahan dan kelebihan orang lain, harus siap
mengakui kekurangan dan kesalahan diri sendiri, harus menjadi smakin
baik dan bijak dari hari ke hari. Terjatuh berkali, akan bangkit kembali
berkali dan berkali.....
Ah, Adi anakku tersayang...... My lovely handsome amazing
bodyguard....... Berjalanlah selalu, tegakkan langkah tubuhmu, meski
terkadang hidup ini tidak selalu mudah, tidak seindah mimpi dan harapan
kita semua.....


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda