Anakku Lelaki
Mereka berlari mengisi setiap sudut hati ini.
Dengan segala kehebohan dan keunikan yang mereka miliki.
Pagi ini...
Terkapar ku di pembaringan.
Ah, hari Minggu. Aku berhak atas se hari santai, setelah sekian hari penuh kelelahan. Demikian pikirku, saat terjaga pukul enam pagi tanggal 30 Agustus 2009. Lalu kuputuskan lanjutkan mimpi dan bercengkerama dengan kata hati...
Pukul 9 kembali terjaga.
Rasa bahagia mendera, kucoba teguk segelas air penyejuk tenggorokan yang dahaga.
"Mama, sudah kucuci segala motor dan sepeda, juga sarapan pagi bersama Yudha", Sahut pangeran kecilku, putra yang pertama.
Hmmm... alangkah indahnya hari ini. Lengkap sudah bahagia yang kumiliki. Tiada apapun ku inginkan lagi. Tidak segala permata, tidak pula segala benda..
Tapi kuyakin... ini takkan bertahan lama. Karena segala kehebohan yang segera kan mendera. Namun, bersama, kuyakin kami pasti bisa... Maka Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, lindungi dan bimbing selalu keluargaku dalam hadapi untai hidup ini, anak-anakku, suamiku, keluarga dan sahabatku, hari ke hari


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda