Selasa, 24 Mei 2011

Message for My Child


I can give you life.
but I can't live for you.
(Aku ga akan selalu ada untukmu, anakku.....)

I can give you instruction
but I can't tell you where to go.
(Aku dapat memerintahkanmu, tapi gakkan bisa memaksamu selalu...)

I can give you liberty
but I can't help you to protect it.
(Aku dapat memberi kebebasan bagimu,
namun gak kan selalu bisa menyediakan kebebasan itu bagimu)

I can teach you the difference
between good and bad,
but I can't make the decision for you.
(Aku dapat mengajarmu tentang perbedaan yang ada antara baik dan buruk,
namun ga bisa selalu mengambil keputusan untukmu,
kau yang harus membuat keputusan yang sesuai bagi dirimu)

I can give you advise
but I can't accept it for you.
(Aku dapat menasihatimu,
namun tidak selalu bisa menerima setiap nasihat yang diberikan berbagai pihak bagimu,
kau yang harus lakukan ini sesuai dengan dirimu sendiri)

I can give you love
but I can't force you to receipt it.
(Aku dapat memberikan cintaku sepenuh hati bagimu,
namun aku juga tak dapat memaksamu untuk menerimanya,
karena mungkin caranya keliru menurutmu)

I can teach you to share
but I can't stop you from being selfish.
(Aku dapat mengajarimu untuk berbagi,
namun aku juga tak dapat mengelak jika dikau menjadi orang egois)

I can teach you to respect
but I can't make you be respected.
(Aku dapat mengajarimu bagaimana cara menghormati dan menghargai orang lain,
namun aku juga tidak dapat memaksa tiap orang untuk menghormatimu selalu...)

I can counsel you about your friends
but I can't choose them for you.
(Aku dapat membimbingmu bagaimana cara menghadapi para sahabatmu,
namun aku tak dapat selalu memilihkan teman yang sesuai bagimu)

I can teach you everything
you need to know about sex
but I can't make you act responsibility.
(Aku dapat mengajarimu mengenai tiap hal, khususnya tentang seks,
namun aku tak dapat selalu mengajarkanmu untuk menunjukkan jalan yg tepat)

I can talk to you about drinking
but I can't say "no" or "just one" for you.
(Aku dapat bicara denganmu tentang berbagai jenis minuman,
namun aku juga tidak dapat memaksamu dan melarangmu minum)

I can warn you about drugs
but I can't stop you from using them.
(Aku dapat mengingatkanmu tentang bahaya mabuk,
namun aku tidak selalu bisa mengawasi atau melarangmu)

I can teach you about charity
but I can't make you be generousity.
(Aku dapat mengajarkan padamu mengenai sungguh mulianya beramal / yadnya
Namun aku tak dapat selalu membuatmu bermurah hati terhadap siapa saja)

I can pray for you
but I can't make you walk with God.
(Aku akan selalu berdoa untukmu,
namun aku juga tidak selalu bisa memaksamu berjalan di jalan Tuhan)

I can talk to you about living eternally
but I can't give you eternal life.
(Aku dapat berceritera mengenai keabadian hidup,
namun aku tidak bisa memberimu hidup yang abadi)

When everything is said and done
everybody decides for him or her
how they will live their life.
(Bila segala sesuatu dikatakan, dilakukan, dan diputuskan oleh orang lain,
bagaimana mungkin orang ini bisa berjuang mengatasi segala sesuatunya sendiri???)

I love you, I accept you,
and I hope with all my heart,
that you make the right decision
in your life......
(Anak-anakku terkasih, aku mencintaimu, menerimamu apa adanya....
Aku berharap, kalian akan selalu mengambil keputusan tepat bagi diri kalian,
dan, bertanggungjawab terhadap keputusan tersebut......)

(Patrick Atkinson)

Selasa, 17 Mei 2011

Simbok, mereka ikut mengatur dunia kita.....


Pagi ini simbok pulang. Dia masih terhitung cucu jauh suamiku. Ibunya melahirkan seorang bayi 3 bulan lalu, dan dua hari lagi akan berlangsung upacara nelu bulanin. Hmmm, saat dia berusia 20 tahun, dia mendapat seorang adik baru.

Well.... kuantar dia hingga ke terminal Ubung dengan mengendarai motor bersama anakku, Yudha. Lalu dia melanjutkan perjalanan dengan bis Manis menuju Pupuan. Bersamanya, kutitipkan kado gelang kaki dan tangan bagi bayi, juga beberapa potong pakaian bagi adiknya. Kutitipkan pula, pakaian bayi bagi Wayan Dana yang baru punya cucu, dan anaknya Wayan Sarimi. Wayan Sarimi dulu adalah pengasuh putra sulungku. Bersyukur sekali.... anak-anakku mendapatkan pengasuhan yang cukup baik dari para simboknya. Jaman kini sungguh susah mencari pengasuh anak yang sungguh-sungguh sesuai dengan harapan dan kemampuan. Maka, aku berusaha menjaga toleransi dan komunikasi dengan para simbok. Hehehe....

Contohnya saja, tiap pagi atau tatkala mandi di sore hari, berusaha menyelesaikan cucian baju yang bertumpuk di ember, menyediakan makanan di kulkas untuk selalu siap di masak, hingga tidak perlu repot untuk mondar-mandir ke pasar atau warung. Mereka juga manusia, jika marah atau sedih, wah wah wah... gaswat en berabe dah urusan rumah tangga. Termasuk, sesekali mengajaknya bepergian keluyuran, bahkan, untuk tempat-tempat yang rada jauh sekalipun, yeah, dengan naik motor, karena keluarga kami tidak punya mobil. Misalnya, saat pulang kampung, karena kampung kami berdekatan, ke Pura Batukaru, bersembahyang bersama, ke Pura Tanah Lot, Pura Goa Lawah, bahkan Pura Andakasa.

Jika dahulu para simbok bertahan dalam rentang waktu dua hingga 3 tahun, maka simbok yang terakhir ini, Putu Widi Arini, panggilannya Ayu, sudah bertahan 5 tahun. Hmmmm, lumayan lama. Ia ku sekolahkan di level SMA, pada sekolah Paket Kejar. Pernah ku ikutkan kursus kecantikan dan merias pengantin, hingga belajar memasak kue.

Dan..... kini dia pulkam. Saat orang selesai dengan libur akhir pekan dan libur Waisak, dia pulang kampung untuk melangsungkan upacara nelu bulanin adiknya. Ahhh. Padahal, 2 minggu lalu aku sudah 4 hari ijin dari kampusku karena tidak mengikuti perkuliahan S3 di Program Studi Kajian Budaya UNUD dan tidak mengajar di kampus STPNDB, dengan alasan ponakanku menikah.

Namun, hidup harus penuh dengan toleransi, bukan?? Kita tidak bisa egois dan menempatkan diri kita di atas segalanya. Di atas langit masih ada langit. Dan, aku hidup tidak sendiri, harus siap bersosialisasi, baik itu dengan keluargaku sendiri, dengan keluarga besar, dengan para sahabat, bahkan, dengan orang yang tak ku kenal sekalipun. Maka, ini adalah sebuah pilihan yang kuambil, dan, bukankah kita semua bertanggungjawab pula terhadap pilihan hidup yang kita ambil??

Berhubung aku sudah terbiasa dan bisa atasi urusan rumah tangga, juga kantor, maka yang perlu kulakukan hanya beberapa fleksibilitas. Besok Rabu, Adi dan Yudha bakal masuk sekolah di pagi hari. Baju seragam mereka telah kugantung di depan lemari agar mudah diambil. Bangun pagi bakal kupersiapkan bekal bagi mereka untuk dibawa ke sekolah. Sarapan cukup dengan segelas susu dan setangkup roti. Suami bakal menyelesaikan proyek perpustakaan mininya bersama ipar. Wlo hanya di belakang rumah, namun tentu menguras waktu dan tenaga mereka. Sudah kupersiapkan semur ayam bercampur kentang. Besok pagi tinggal menghangatkan dan menyediakan nasi bagi mereka. Baju telah kucuci bersih dan rapi di jemuran.

Rabu dam Kamis, adalah hari dimana aku memiliki kelas hingga malam, karena mengajar di kelas sore STPNDB. Jum'at, ada Bedah Buku di kampus ku, sekaligus seminar tentang Bunga, Inflorisity 2011, yang merupakan aplikasi manajemen mahasiswa DIV ADH smt 8. Sabtu disertai dengan lomba merangkai bunga, yang diikuti oleh para pekerja di dunia perhotelan. Minggu? aku ingin ikut program pelatihan bagi para terapis SPA. Ehm......

Anak-anakku, kelak engkau akan sadari, bahwa, setiap dari manusia memiliki harapan dan keperluan masing-masing. Dalam menjalin komunikasi dan berinteraksi, terkadang tidak dapat dihindari terjadinya konflik dan berbagai benturan lain. Namun, C'est la Vie, anak-anakku sayang. Inilah dunia. Mau tidak mau, kita semua berada di dalamnya, dan terlibat dengannya. Maka, harus ada keputusan yang kita ambil, baik dalam hal berpikir, berkata dan bertindak. Hidup adalah sebuah pilihan, dan kita bertanggungjawab berhadap pilihan kita tersebut, duka atau tidak..... Termasuk dalam hal per simbok an. Hehehe.....

Menjadi tua? Kita semua bisa tumbuh menjadi manusia tua dan mati kelak.... Namun, menjadi semakin bijak dan dewasa dari hari ke hari, hanya diri kita sendiri yang bisa tentukan jalan kita. Dengan berbagai problema yang kita hadapi.

Tidak emak janjikan, bahwa hidup ini bakal indah dan selalu mudah bagi kalian semua, namun jangan pernah padamkan asa dalam diri kalian, sekecil apa pun cahaya lilin yang tersedia untuk menerangi gelap malam jalan itu. Ingatlah selalu, betapa kasih ku akan menyertai kalian semua....

Senin, 16 Mei 2011

Anak-anak


















































Anak-anak ku terkasih, Wayan Adi Pratama. Lahir tahun 1996, 1 Juli, pada hari Bhayangkara, dia menjadi Sang Pangeran Sulung. Made Yudhawijaya, Sang Pangeran Bungsu, karena dia lahir tahun 2003, 15 Mei.

Minggu, 15 Mei 2011, pagi hari Yudha sudah mengeluarkan sepedanya untuk bersepeda ria bersama teman2 di perumahan kami. Mereka menuju Renon. Aku dan simbok pergi berbelanja ke pasar untuk kebutuhan rutin bagi sebuah rumah tangga seperti sebagaimana umumnya. Bapaknya anak-anak masih asyik dengan urusan kebun. Selesai dengan urusan rumah tangga, kulanjutkan dengan ngecek email. Well, selalu mengasyikkan duduk di depan komputer, membuka2 berbagai situs seperti yahoo messenger, chat dengan kakak dan adik2, bahkan emak nun jauh di pulau yang berbeda dengan ku, hingga dengan para sahabat. Aku bersyukur punya akses komputer dan internet tiada terbatas hingga bisa dipergunakan bersama, baik oleh anak2 dan suami, juga demi kepentingan ku. Aku juga bisa dan terbiasa bekerja sekaligus pada Blogspot, twitter, plurk, tagged, wayn, facebook, zorpia, koprol, netlog, yahoomail, browse data, dll.

Pukul 10 pagi, gantian Adi yang pergi ke sekolahnya. Kelompok SCC sekolahnya, SMANSA N Denpasar, merencanakan kegiatan Lomba. Mereka berkumpul untuk menyusun rencana penyampaian informasi kepada berbagai pihak yang berkepentingan, pembuatan brosur dan leaflet, pembagian tugas pemasaran. Rencananya, pukul 1 siang Adi akan pulang ke rumah membawa kue tart yang akan dia beli bagi adiknya. Setelah itu baru kami sekeluarga akan berkumpul bersama di rumah ipar di jalan Antasura. Mertua lelakiku ada disana, dan iparku akan melangsungkan upacara odalan hari ini.

Pukul 11.30 Yudha tiba, setelah mandi dan makan siang, dia tertidur dengan tenangnya bersama sang bapak. Hmmm, harus banyak bersabar menanti mereka.

Waktu menunjukkan pukul 13.30 tatkala akhirnya Yudha terjaga dari tidurnya. Sedang Adi masih di sekolah. Kuputuskan aku berangkat terlebih dahulu bersama Yudha ke jalan Antasura. Suami akan menanti hingga Adi tiba, dan berangkat bersama menyusul kami.

Ternyata... sungguh, kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan segala sesuatu dengan seksama, namun hanya Sang Hyang Widhi yang punya kuasa.... Pukul 14.30 tiba di Antasura, ipar sudah selesai dengan odalannya. Suami tiba belakangan, selanjutnya, Adi anakku. Hmmm. C'est la Vie. Enjoy saja atas segala yang terjadi. Aktivitas berlanjut dengan bermain bersama, berkumpul dan bercerita, sebagaimana hebohnya keluarga besar yang berkumpul bersama. Mereka bermain di kolam lele milik iparku, membiarkan kakinya tersentuh air kolam, dan ikan lele berrenang di seputar kaki.

Ulang tahun Yudha tetap dilaksanakan. Adi keluar membeli roti cokelat dua bungkus. Diletakkannya kedua roti tersebut berjajar diatas sebuah talam. Lalu diambilnya sebuah roti bolu lungsuran banten odalan ipar, diremas di atas kedua roti cokelat hingga menjadi serpihan kecil. Dia dibantu oleh saudara sepupunya, Putu Diah, ponakanku. Diah mengupas sebuah apel dan pir lungsuran banten, mengirisnya dan meletakkan irisan apel tersebut di pinggir talam / baki. Adi lalu mengambil sebotol sirup strawberry merek marjan di dapur. Dia menuangkannya di atas hasil karya. 8 lilin kecil menghiasi bagian atas kue. Ah..... sungguh indah jadinya. Selesai sudah, kue ulang tahun hasil karya anak sulungku, bagi adiknya.

Anak-anak, tetaplah anak-anak. Takkan kupaksa anak-anakku tumbuh dan berkembang sesuai mauku. Namun sebagaimana emak-emak pada umumnya, tentu mengharapkan mereka jadi anak yang berbakti, berguna bagi diri sendiri dan orang lain, juga terberkati selalu....

Sabtu, 14 Mei 2011

Campur Sari di HUT Anakku, Yudha....


Minggu, 15 Mei 2011. Anakku Yudha, berulang tahun yang ke 8. Tapi hidup berjalan biasa saja. Dia tidak boleh menganggap diri diperlakukan istimewa lalu tidak menghargai orang lain dan sekelilingnya.

Pagi pukul 7 dia sudah keluar bersama sepeda pixienya. Prima dan beberapa sahabatnya mengajak ber sepeda ria ke Renon. Dengan berbekal uang sekadarnya, mereka berangkat memulai aktivitas di pagi hari.

Aku dan simbok lalu berangkat ke pasar. Hari ini bisa dinikmati dengan berbelanja se karung beras, daging, ikan pindang, sayur mayur, telur, dan berbagai bekal kebutuhan keluarga selama seminggu. Adi masih tergeletak sakit. Ahh, anakku terserang flu, namun dia bersikeras akan berangkat juga ke sekolahnya sebentar siang. "Akan menyebar pamflet untuk Science Competition, lalu beli kue untuk adik Yudha yang ulang tahun" pintanya pada kami.

Hmmm, rencana berangkat pagi hari ke Antasura, ke rumah ipar yang hari ini bakal ngodalin sanggahnya, jadi tertunda. Kami ingin mengunjungi mertua yang sedang sakit, usianya sudah sangat sepuh, tidak bisa berjalan dengan lancar lagi. Yudha setelah datang dari ber sepeda ria, mandi dan makan, malah jatuh tertidur dengan lelapnya. Adi masih belum tiba dari acara bersama teman2. Bersabar, masih harus bersabar..... Hidup penuh dengan toleransi dan ketegasan dalam berbagai hal.

Well....
Hidup terkadang tidaklah indah dan mudah bagi kita semua, anak-anakku. Tak kan selalu kami ada, selaku orang tua, yang bisa mendampingi kalian dalam menjalani berbagai aktivitas yang terkadang menyedihkan...... Namun, jangan pernah buang asa dalam diri kalian, sekecil apa pun cahaya harapan yang terdapat di dalamnya. Percayalah, bahwa Ida Sang Hyang Widhi Wasa akan selalu menjadi tiang bagi kita semua, bahwa doa kami selalu, bagi kalian, anak-anakku......

Minggu, 08 Mei 2011

Being A Mother (Jadi Seorang Ibu)


Somebody said it takes about six weeks to get back to normal after you've had a baby.

That somebody doesn't know that once you're a mother, "normal" is history.

Your life is amazing and fascinating.....


Jika ada yg bilang, bahwa seorang ibu perlu waktu sekitar 6 bulan untuk kembali hidup normal sejak dia pertama kali punya bayi, maka org tsb gak pernah tahu, bahwa sekali kita jadi seorang ibu, "normal" cuma sejarah. Hidup kita bakal menakjubkan dan sungguh mempesona.


Somebody said the hardest part of being a mother is labor and delivery.

That somebody never watched her "baby" get on the bus for the first day of kindergarden.


Jika orang berkata.... bagian paling berat dari jadi seorang ibu adalah saat hamil dan melahirkan, orang itu ga pernah alami saat2 mengawasi bayinya di jalan ato di hari pertama di Taman Kanak-Kanak.


Somebody said your mother knows you love her, so you don't need to tell her.

That somebody isn't a mother. Or on a plane headed for military "boot camp".


Jika ada yg bilang, emakmu tahu bahwa dikau mencintainya, dan ga perlu lagi ngomongin betapa besar cintamu pada dia... Orang ini bukanlah seorang ibu. Atau bukan sedang dalam perjalanan ke camp militer.


Somebody said a mother can stop worrying after her child gets married.

That somebody doesn't know that marriage adds a new sons

or daughter in law to a mother heartstrings.


Jika orang2 bilang... seorang ibu bakal berhenti khawatir saat anaknya menikah. Orang ini ga pernah tahu bahwa pernikahan adalah berarti menambahkan sebuah ikatan emosional lain lagi ke dalam jiwa Sang Bunda......

Jumat, 06 Mei 2011

Anak-anakku Tersayang....

Anak-anak..... adalah anugerah terindah dalam hidupku.
Mereka yang warnai tiap detak jantung
dan jejak langkah ke arah mana pun ku melangkah.....
Maka, hati terkadang merekah tak rela jika harus berpisah,
walau cuma sekejap, walau demi kedewasaan mereka pula.
Tapi harus ku kuat tegakkan kepala dan bertindak tegas,
agar mereka jadi pria yang bukan anak manja.

Ah, anak-anakku....
tumbuhlah terus untuk menggambarkan jalan hidup
mengepakkan sayap-sayap kemanapun angin membawa
tegak kukuh dalam spirit Dharma di dada
menjadi tiang kokoh bagi keluarga dan seisi dunia

Hidup tidak hanya keindahan dan kemudahan
Maka berjuang untuk menjalani tiap proses kehidupan,
bukan untuk menjadi yang terbaik dan membawa segala medali
namun mengarungi tiap uji dan tantangan yang hadir di depan sana

Kita mungkin bukan keluarga kaya dan terpandang...
Namun kita berusaha tegakkan kepala dan menatap riang
masa depan, masa lalu, dan masa kini...
memelihara semangat persaudaraan dan persahabatan
Jalanlah, anakku.... arungi bahtera hidupmu...