My Lovely Handsome Amazing Bodyguard, My Brondong, di kala APEC 2013
Adi
dan Yudha, adalah kedua anak kandungku. Kusebut mereka dengan istilah,
My Lovely Amazing Handsome Bodyguards, My Brondong........ Karena mereka
lah, cahaya hatiku, yang memberi semangat di dalam kehidupanku. Aku
begitu mencintai mereka, namun aku tak ingin mereka manja dan terlena,
sehingga lupa jalan menjadi pria tangguh. Kudidik dan kubimbing mereka,
untuk menjadi pria dewasa, teguh dan kukuh dalam menegakkan prinsip,
juga kritis dalam pola pikir dan sikap kerja mereka. Sering, bahkan,
begitu seringnya, aku terpana pada semangat mereka untuk selalu
berkarya. Mereka seolah tiada habisnya dengan energi. Tidak pernah
berhenti untuk berkarya.
Dan, kali ini, ceriteraku tentang Adi dikala APEC 2013.
Sudah
sering kuingatkan dia, bahwa meski dia adalah putra dosen, sedang
kuliah di STPNDB dimana ibunya juga bekerja sebagai dosen, tidak ada
privilese atau perlakuan khusus baginya. Dia harus bersaing dan
membuktikan prestasi belajar baik yang dimilikinya. Demikian pula saat
ingin terlibat dalam kegiatan APEC ini. STPNDB dibawah Kemenparekraf
diminta ikut meng handle HelpDesk yang akan bertugas membantu pada saat
pelaksanaan APEC 2013.
Maka,
Adi yang juga ingin ikut bergabung, tetap harus mengikuti serangkaian
interview dan perlengkapan berkas yang dia lalui semenjak bulan Agustus
2013, sama seperti mahasiswa dan mahasiswi STPNDB yang berminat untuk
bergabung pula.
Ketika
dia dinyatakan tidak bisa bergabung dalam Group HelpDesk, aku minta dia
tabah, dan tidak terlalu berpikir mengenai ini. Dan, ketika dia
dinyatakan masuk dalam Team ABAC (The APEC Business Advisory Council),
aku pun minta dia tetap bersiap terhadap segala kemungkinan, andai
ternyata dia tidak ikut bergabung di lapangan untuk handle APEC.
Well......
Ini
adalah sebuah perjuangan, sebuah proses yang harus dijalani, dipahami,
dan membuatnya menjadi pria yang siap terhadap segala kemungkinan. Baik
itu suka maupun duka. Dan, ketika teman-temannya telah mulai mengikuti
pelatihan bersama Kemenparekraf, Kemenlu, dan KODAM, Adi tetap menikmati
hari-hari di sekolah, belajar seperti biasa.
Akhirnya,
Adi dinyatakan termasuk dalam susunan mahasiswa STPNDB yang ikut
membantu pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan ABAC. Dia mulai
bertugas semenjak hari Jum'at, tanggal 27 September 2013. Dia
ditempatkan di Ayana Resort, yang terletak di Jimbaran.
Mulai
bertugas pukul 7 pagi hari, kubangunkan dia semenjak pukul 5 pagi,
kusiapkan sarapan dan multivitamin baginya, juga bekal makanan dan
minuman. Entah pukul berapa dia baru makan, namun selalu ada bekal
makanan di tas nya sebagai cadangan.
Dengan
baju yang dikenakan, Adi terlihat gagah dan tampan. Dia bersiap
mengawali hari-hari dalam bekerja untuk membuktikan dirinya memiliki
potensi.
Hari
Jum'at, hari pertama, dia pulang pukul 9 malam. Hari kedua, hari
ketiga, dia tiba di rumah pukul 2 malam. Langsung terkapar kelelahan.
Pukul 6 pagi sudah kembali bergerak untuk bertugas di hotel Ayana.
Bibirnya pecah-pecah dan tenggorokan kering. Letih teramat yang
menderanya...... dia belajar kerasnya kehidupan dalam menjalani proses
usaha untuk bekerja.
Namun,
akhirnya..... dia tuntaskan semua rangkaian kegiatan yang dibebankan ke
pundaknya. Tanggal 7 Oktober 2013, hari Senin, dia tuntaskan semua
rangkaian aktivitas yang berkaitan dengan ABAC, yang dibebankan padanya.
Aku tiba pukul 11 malam hari, kudapati dia telah tertidur lelap.
Bahkan, hingga keesokan harinya, sepanjang hari, dia hanya berbaring di
tempat tidur. Sementara aku masih berjuang menuntaskan hari-hari
melaksanakan tugas sebagai seorang Supervisor HelpDesk.
Aku
bergumam bangga, anakku berhasil dalam menjalani ujian dan membuktikan
potensi dalam menuntaskan tantangan ini. Dia berhasil bukan karena nama
orang tua dan berkat bantuan orang tua, namun berkat dirinya sendiri,
berkat usaha dan kerja keras yang telah ditunjukkannya
ABAC dan APEC. The APEC Business Advisory Council
dan Asia Pacific Economic Corporation pada tahun 2013 ini di
selenggarakan di Bali, Indonesia. Dan karena terdapat 21 anggota APEC,
maka baru 21 tahun yang akan datang lagi kembali Indonesia menjadi tuan
rumah. Sungguh, sebuah kebanggaan tersendiri bisa ikut ambil bagian,
berpartisipasi di dalamnya.


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda