Minggu, 19 Februari 2012

Anakku, buah hatiku terkasih....

Karena hakekat hidup adalah berkarya,

Berdoa dan bekerja selalu,

Di jalan Dharma

(Santi, 19022012)

13296173041627678789

Kumiliki dua anak kandung. Pertama, si Pangeran sulung, Wayan Adi Pratama, yang lahir di hari Bhayangkara, 1 Juli 1996. Kini duduk di bangku kelas 2 SMAN 1 Denpasar. Kedua, Pangeran bungsu, Made Yudhawijaya, lahir 15 Mei 2003. Kini duduk di kelas 4 SDN 13 Padang Sambian Kelod.

1329617768780835700

Namun, di luar kedua anak kandungku, kumiliki banyak, bahkan mungkin ribuan, anak-anak lain, yang kuanggap mereka sebagai anak-anakku pula. Bukankah... hidup ini indah bila kita selalu berbagi dalam berbagai beda dan variasi yang ada pula.......

1329621619525710170

Anak-anakku, dengan berbagai aktivitas yang mereka lakukan. Hmmm, bagai tidak pernah habis-habisnya energi yang mengalir dan tersalurkan. Berharap selalu, semoga mereka bisa temukan yang terbaik bagi diri mereka sendiri. Karena.... kalianlah yang jadi pemilik masa depan negeri ini.

Hari Sabtu, sepulang dari sekolah yang penuh dengan aktivitas melelahkan bagi kegiatan ekstrakurikuler mereka, Adi dengan kegiatan Smansa Computer Club, membuat program bagi lomba yang bakal mereka ikuti, mulai dari rancang bagan karikatur poster, masih melanjutkan dengan pergi ke Stingray clothing. Dia menjual beberapa rancang bagi baju kaos. Baru kemudian pulang ke rumah dengan perasaan lelah. Makan, lalu mandi, dan bersiap kembali. Dia akan pergi bersama teman-temannya, mereka telah menyewa sebuah studio musik untuk beberapa jam, latihan band, sekaligus mengambil rekaman video acara kelompok mereka. Yudha setelah tiba dari ekstrakurikuler olahraga Bulutangkis di sekolah, mengganti seragamnya dan minta ijin untuk berkumpul bersama teman-teman se perum. Mereka akan melanjutkan proses pembuatan ogoh-ogoh, yang sudah mengalami proses bongkar-pasang berkali-kali, mencari bentuk yang paling sesuai berdasar kesepakatan mereka.

Hemmm.... sungguh membanggakan, anak-anak ini belajar merancang berbagai aktivitas, melaksanakan, mengevaluasi bersama, menerapkan kemampuan memimpin dan sikap toleransi pada sesama....


Hidup tidak selalu indah dan mudah, anak-anakku tersayang. Tidak senantiasa seperti apa yang kita impikan dan kita harapkan. Terkadang, terjatuh dan tersungkur berkali-kali. Merasa kesepian, sendirian dan tidak berharga, tidak ada yang menemani dan menghampiri menawarkan bantuan bagimu. Namun, bila hatimu terluka, bila kegagalan melanda, bangkitlah berkali dan berkali..... Jangan biarkan semangatmu berhenti dan mati.

Sabtu, 18 Februari 2012

Anakku, Buah Hati Terkasih







Karena hakekat hidup adalah berkarya selalu





Berdoa dan bekerja





Di jalan Dharma










(Santi, 19022012)










Senin, 06 Februari 2012

Kisah di Balik Kacamata


Muridku tiba di ruang ADH pagi ini. Dia di dampingi temannya, tersenyum malu-malu. Hem, mungkin.... tepat nya, malu-malu in, memalukan, dengan segala kemaluan. Hahaha....


Aku tahu pasti, dia datang kalau-kalau aku benar memenuhi janji, akan memberinya kacamata bekas yang sudah ku pakai. Dia melihat kukenakan kacamata tersebut di salah satu foto yang ku upload di wall ku.


Hemmm......

Ini bukan hanya sekedar kisah semata di balik kacamata, anakku....

Ini bukan hanya tentang hubungan antara guru dan muridnya, bukan pula tentang kacamata yang hanya se harga cengdem, seceng tapi nguadeemmm, rek.... Bukan tentang murid yang merengek manja pada gurunya...


Ini hanya bentuk kedekatan hubungan guru dan murid, bagai kasih sayang orangtua terhadap anak, memberikan perhatian, mendorong dan memberi semangat.... Mungkin, kalian bukan lah anak-anak kandung ku, mungkin, aku bukan ibu yang tepat bagi kalian, mungkin, aku bukan sahabat terbaik dalam mencurahkan se isi hati...


Namun, naluri seorang ibu, selalu berusaha mendekatkan hati dengan anak nya, memberikan yang terbaik yang dia bisa, demi berhasilnya sang anak menjadi semakin bijak dan dewasa....


Bukan hanya sekedar kisah di balik kacamata, anakku.... ini kisah tentang kasih seorang ibu pada anak-anaknya.....

Lucia, Lucia.....


Les amateurs aiment aller, l'amour entre parents et enfants ne mourra jamais ......

Lucie, vous ĂȘtes des femmes merveilleuses. Ne laissez pas le cancer tue la passion et l'amour .


Cinta kekasih bisa pergi, cinta kasih antara orangtua dan anak takkan pernah mati......

Lucia, anda adalah wanita hebat. Jangan biarkan penyakit kanker membunuh semangat dan cintamu.....


Salah satu teman diskusi yang menyenangkan di bilik chat..... menyapa dengan tulisan galau. Hhmmmm..... Kanker stadium lanjut yang menyerang, merasa sendirian berjuang dalam arungi biduk kehidupan, kegalauan tentang anak-anak terkasih yang dirasa menjauh. Aahhhh.


Tuhan, hidup memang terkadang tidak mudah bagi kami.. Namun, tidakkah Kau sesekali biarkan kami istirahat dan sejenak dalam laut bahagia ?? Dimana asmara yang Kau janjikan membuncah dada saat mengikat janji bersama? Dimana ketegaran terjelma dalam amuk emosi akan dahaga demi dahaga yang tercipta??


Terbanglah tinggi, Lucia....

Terbanglah dan buang segala lelah yang kau bawa di pundak dengan luka menganga...

Jangan biarkan air mata menetes kembali, karena terlalu indah bulir permata terlahir di kedua pelupuk matamu...

Anak-anak... mereka akan jadi sosok dewasa nan tegar, terbukti dengan segala uji dan coba yang telah mereka lalui.

Tunjukkan bahwa wanita bisa tersenyum bahagia, meski dengan segala luka yang kita punya.....

Rabu, 01 Februari 2012

Petuah bagi anak-anakku di hari Galungan












Anak-anakku tersayang..... Wayan Adi Pratama dan Made Yudhawijaya.

Kasih yang terlahir menghantar kalian hadir di dunia sepenuh cinta

Takkan pernah pudar meski usia dan jarak jadi perintang nyata....


Tumbuhlah tegar, menjadi pribadi-pribadi dewasa nan bijak

Di jalan Dharma tegak nan kokoh melindungi dan mengasihi

Setiap umat yang ada di marcapada ini


Jangan surut jejak langkah terbentang arungi segala

Sepenuh hati waspada dan sabar dalam ujian lautan emosi

Yang kelak kan mengguncang iman dan naluri di dalam diri


Tidak lah mudah dan murah hidup yang terpampang di depan mata

Tidak seindah dan senyaman mimpi serta harapan membuncah di dada

Namun jadikan ini pembelajaran sepanjang hidup kalian


Kalianlah pemilik masa depan negeri ini

Tiang saka bagi setiap keluarga yang coba mencari tempat berteduh dan berlabuh

Maka, jangan ragu bangkit kembali dalam segala keterpurukan yang dialami


Majulah bersama kasih ku, anak-anakku terkasih....

Terangi jalan kalian dengan lentera di dada

Majulah, walau hidup ini tak selalu indah, tak selalu mudah....