Sabtu, 30 Juni 2012

Wayan Adi Pratama, My Lovely Handsome Amazing Bodyguard. Hari ini berulang tahun

Anakku sayang.... enam belas tahun berlalu, sungguh bukan sebuah perjalanan singkat dalam mengembangkan jati diri. Namun, tidaklah cukup singkat bagi perjuangan menjadi pria bijak dan dewasa dari hari ke hari.

Anakku sayang.... terlahir dari buah kasih kami, maka lahirkan selalu damai dalam hatimu dan bagi orang di sekelilingmu. Meski terkadang hidup tidak selalu bisa diajak untuk berdamai......

Anakku sayang.... impian dan harapan yang terbentang luas, jangan pernah lepas dari tiang untuk tegak sebagai saka bagi sandaran banyak orang. Kepakkan sayapmu, jadilah yang terbaik yang engkau inginkan.

Anakku sayang.... Bahkan, tidak ada pesta meriah gegap gempita yang bisa kami berikan, tidak juga harta benda yang terwaris bagimu. Tidak ada, anakku.... Karena harta dan materi akan berlalu seiring usia. Namun kenangan akan cinta akan tergurat abadi slamanya.

Anakku sayang.... karena kita tidak bisa memilih akan terlahir dari rahim siapa dan di tengah keluarga yang bagaimana. Maka, jangan sesali masa lalu, jangan pernah mendendam dan menangisi masa silam. Namun teruslah bergerak untuk masa depan.

Anakku sayang.... bila panggilan nurani menyentak dan menggoda sanubari, jangan pernah ragu untuk bertindak, jangan surut jejak langkah. Namun pikirkan dengan bijak sebelum berkata dan berbuat.

Maka..... tumbuhlah anakku, bersama kasih Hyang Widhi, teguh kukuh di jalan Dharma., tumbuhlah menjadi yang dikau inginkan, bukan yang kami inginkan, dan bukan yang mereka inginkan........

Selasa, 26 Juni 2012

Putri Cintrelalla pulang pukul 12 malam ???

Selasa, 26 Juni 2012. Putra Sulungku berangkat sore ke Margarana.
Smansa Youth Red Cross mengadakan kegiatan, dan wakil dari SCC bergerak kesana.
Si bungsu selesai bermain layangan dan menikmati makan malam.
Aku menuntaskan pengetikan artikel bagi jurnal kampus sambil menge print materi bagi suami.

Pukul 12 malam, Adi minta dijemput, karena motor terkunci di sekolah,
sedang temannya mengantarnya hanya hingga dekat area Dalung.
Suami yang baru sembuh dari demamnya, tertidur lelap dengan sang bungsu.

Hmmm.......
Maka, tugas sang putri Cintrelalla maju berjuang.
Mengomel dan takut takkan hentikan masalah.
Lakukan apa yang bisa kita lakukan. Dengan sepenuh pertimbangan.
Menyusuri gelap malam hari dengan berbagai kemungkinan di jalan.
Berdoa, dan.... berjuang....

Jadilah aku, Sang Putri Cintrelalla yg keluar pukul 12 malam