Jumat, 19 Oktober 2012

Adi & Schematics 2012, The Road to Success


Minggu, 14 Oktober 2012. Putra sulungku, Wayan Adi Pratama, bersama beberapa rekan SMA nya mengikuti lomba di SMAN 3 Denpasar. SMA yang terletak di jalan Nusa Indah ini menjadi tempat penyelenggaraan babak penyisihan lomba Schematics 2012 yang diadakan oleh Institut Teknologi Sepuluh November di Surabaya.
Sedari kecil sudah terlihat minat Adi, putra sulungku ini, dibidang sains dan teknologi. Dia suka desain grafis. Sudah lumayan banyak berbagai karyanya dan berbagai lomba diikuti berkaitan dengan ini.

Setelah seminggu menanti, hasil pengumuman memperlihatkan, anakku ini lolos seleksi tahap awal, dan dia akan berangkat menuju Surabaya, mengikuti seleksi tahap selanjutnya, bersaing dengan seluruh peserta dari beragam penjuru nusantara. Aku tidak terlalu khawatir dengannya. Dia sudah cukup mandiri untuk mengurus beragam keperluan sendiri. Maka, kuminta dia mempersiapkan berbagai hal sebelum berangkat.
Dan, Jum’at, 19 Oktober 2012, dia berangkat ke Surabaya. Bersama beberapa rekan yang juga lolos seleksi babak penyisihan awal, mereka naik mini bis travel dari SMANSA yang terletak di jalan Angsoka, pukul 6 sore, menuju Surabaya. Hingga akhirnya, Sabtu pagi mereka tiba di Surabaya.
“Ma, Adi sekarang sudah di penginapan di dalam kompleks ITS, Jalan Teknik Arsitektur, Blok J nomer 13” Demikian bunyi sms yang kuterima. Kujelaskan padanya, bahwa, bukan demi gelar juara dan jawara semata, maka kita ikuti berbagai uji kompetensi. Namun demi menjalani berbagai proses dalam kehidupan, untuk menjadi smakin bijak dan dewasa menghadapi beragam situasi dan kondisi dalam kehidupan ini.
Hmmm, terbanglah, anakku sayang…. Terbanglah kepakkan sayap menjulang angkasa. Capai segala cita dan cinta yang dikau gelar menuju masa depan. Meski terkadang kehidupan tidak mudah, namun jangan pernah putus asa untuk selalu mencoba dan mencoba. Hidupmu masih lah panjang….. Jadilah pria mandiri yang bijak dan dewasa, jadilah pejantan tangguh......

Adi, Yudha, dan Parkour

Sabtu, 13 Oktober 2012, anak-anakku sudah bersembahyang bersama. Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, namun Adi memutuskan untuk kembali berkumpul bersama para sahabat di lapangan Puputan Badung. “Parkour, ma” sahutnya. Dan, si bungsu dengan sigap mengenakan pakaian olahraga berwarna biru kebanggaannya, bertuliskan nama, dikenakannya kaus kaki dan sepatu, “Yudha akan ikut bersama kak Adi”. Katanya menjelaskan.

Hmmm, Parkour, sebuah trend olahraga anak muda dewasa kini. Olahraga ini dipopulerkan oleh David Belle dari Perancis. Definisi dari Parkour sendiri adalah seni berpindah tempat melewati beberapa obstacle dari point A menuju point B. Seni ini adalah cara baru untuk menguasai lingkungan atau melewati segala macam bentuk obstacles yang ada di sekitar kita hanya dengan mengandalkan kekuatan tubuh manusia seutuhnya.

Wikipedia menjelaskan bahwa tujuan dan inti dari Parkour itu sendiri adalah mampu menghadapi semua rintangan atau obstacles di sepanjang track yang kita lalui, baik itu di lingkungan alam maupun di lingkungan perkotaan, dengan menggunakan beberapa gerakan yang istimewa dan indah dengan cara mengkombinasikan beberapa gerakan yang mengalir dan control yang penuh.
Parkour juga mengandung pembelajaran yang positif untuk diri sendiri, yaitu menjawab tantangan untuk melawan semua rasa takut dari dalam diri kita sendiri. Karena kadangkala setiap rintangan dan obstacles yang akan kita lalui tidak seperti yang pernah kita bayangkan.

Parkour (Kadang-kadang disingkat PK) atau l'art du déplacement (Seni gerak) adalah aktivitas yang bertujuan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, dengan efisien dan secepat-cepatnya, menggunakan prinsip kemampuan badan manusia. Itu berarti untuk menolong seseorang melintasi rintangan, yang bisa berupa apa saja di sekitar lingkungan dari cabang-cabang pohon dan batu-batuan hingga pegangan tangan dan tembok beton yang bisa dilatih di desa dan di kota. atlet-atlet Parkour dikenal sebagai "Traceur" atau "Traceuse" untuk perempuan.
Dan….. anak-anakku tiba pukul 11 malam dengan tubuh basah kuyup. Mereka mandi lalu jatuh tertidur lelap. Sungguh, sebuah upaya positif untuk menyalurkan hasrat dan energi secara positif. Anak muda dengan semangat dan dorongan yang menggelegak, membutuhkan bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak, sehingga mereka bisa memahami potensi diri mereka sendiri. Dengan dukungan yang positif pula, mereka bisa menjadi pribadi-pribadi yang kian bijak dan dewasa dari hari ke hari.
Pukul 6 pagi hari Minggu, 14 Oktober 2012, kedua anakku ini sudah kembali terjaga dari tidur mereka, sibuk menghubungi teman-temannya, dan….. kembali menyusun rencana untuk berolahraga bersama kembali. “Parkour lagi, Ma” kata mereka sambil mencium tanganku untuk berpamitan. Heran….. tenaga mereka bagai tiada habisnya, gak kenal lelah, dan, energi yang mengalir deras, sungguh membutuhkan penyaluran dg perhatian dan tuntunan bijak pula.
Hweleh-wheleh….. Wahai para orang tua, bersiaplah bila anak-anakmu memiliki dunia mereka sendiri, karena, mereka juga memiliki para sahabat, hobi, kemampuan, kemauan, lingkungan sosia dan kebutuhan sendiri. Hehehe….. pesan yang juga sekaligus bagi diriku. Memang…. Kita tidak bisa mengempit anak-anak di ketiak kita semata. Biarlah mereka bertumbuh dan berkembang sesuai dengan apa ada nya mereka, bukan dengan ada apa nya, karena kita hanya mendampingi dan mengarahkan anak-anak dalam menemukan jati diri……
Ditemukan oleh David Belle di Perancis, "Parkour" bertujuan untuk melatih efisiensi gerakan untuk membentuk badan dan pikiran seseorang untuk dapat menghadapi rintangan-rintangan dalam kondisi bahaya.
Parkour mempunyai arti bergerak atau berpindah tempat dari point A ke point B seefisien dan secepat mungkin yang menggunakan prinsip dari Parkour dengan mengedepankan keindahan bergerak sekaligus diimbangi oleh kemampuan dari tubuh manusia itu sendiri.
Sebenarnya Parkour sudah ada sejak dulu sebelum manusia mengenal kata “Parkour” itu sendiri. Tapi Parkour dideskripsikan dan dikenalkan ke seluruh dunia oleh seorang pria berkebangsaan Perancis yang dikenal dengan nama David Belle. Dialah yang telah memperkenalkan olahraga ini ke seluruh dunia yang awalnya hanya berkembang di Perancis. Sehingga akhirnya berkembang ke seluruh daratan Eropa dan akhirnya menyebar ke seluruh dunia
Terinspirasi dari ayahnya, Raymond Belle seorang tentara Perancis yang akhirnya bergabung dengan sapeurs-pompiers ( pemadam kebakaran militer). Lahir di tengah keluarga pemadam kebakaran membuat David terinspirasi dengan cerita-cerita tentang kepahlawanan. Saat berumur 16 tahun, David memutuskan untuk meninggalkan sekolah untuk mencari kecintaannya akan kebebasan, aksi, dan untuk mengembangkan kekuatan dan ketangkasan yang dimilikinya agar berguna dalam kehidupannya, seperti yang selalu dinasehatkan oleh ayahnya.
Raymond memperkenalkan pada anaknya tentang sebuah latihan halang rintang dan metode natural yang akhirnya dikenal dengan nama Parkour. Sejak saat itu ,setiap David sepulang sekolah ia mulai memainkan skenario sendiri bagaimana dia bisa meloloskan diri dari situasi yang sulit. Menurut David, Parkour dapat berguna sebagai self-defense dalam keadaan tidak terduga. Saat martial art bisa disebut sebagai sebuah bentuk latihan untuk fight (bertarung), parkour merupakan suatu bentuk latihan untuk flight (kabur).
Sejak Usia 15 tahun, David Belle pindah ke Lisses (salah satu kota di Perancis). Pada waktu itu, dia bertemu dengan para remaja di sana yang tertarik dengan apa yang dilakukan oleh David. Disinilah cikal bakal dari lahirnya sebuah grup Parkour yang dikenal dengan nama '''Yamakasi'''. Bersama teman masa kecilnya, Sebastian Foucan beserta beberapa pemuda lainnya mulai mengembangkan Yamakasi sebagai tim Parkour yang dikenal di Perancis. Namun karena perbedaan prinsip, David dan Sebastian berpisah dan meninggalkan Yamakasi. Sehingga saat film Yamakasi yang dibuat pada tahun 2001 harus tetap berjalan tanpa kehadiran mereka berdua.
David tetap memegang prinsip Parkour yang tetap mengedepankan tentang keefektifan dan efisiensi yang menampilkan kesederhanaan dan memiliki filosofi melewati rintangan dengan cepat dan efisient. Sedangkan Sebastian lebih memilih untuk membuat gerakan-gerakan dari parkour terlihat lebih indah yang dapat membuat orang yang melihatnya menjadi tertarik. Sehingga akhirnya ia menambahkan gerakan acrobat seperti flip atau salto dikombinasi dengan gerakan pacours du combatant yang akhirnya menjadi Freerunning. Hal tersebut yang membuat David Belle berbeda pandangan dengan Sebastian Foucan. Karena menurut David Belle, gerakan acrobat atau salto sangat tidak efisien dan sangat bertolak belakang dengan originalitas Parkour. Selain itu, keinginan untuk melakukan gerakan hanya untuk dilihat orang lain tanpa keinginan untuk melakukan gerakan itu dari diri sendiri, merupakan hal yang bertolak belakang dengan parkour.
Saat ini David Belle memulai tur dunia dengan asosiasi yang dia dirikan (PAWA) bersama tim Parkour yang dulu dia dirikan. Dan ini hanyalah sebuah awal
Definisi dari Parkour sendiri adalah seni berpindah tempat melewati beberapa obstacle dari point A menuju point B. Seni ini adalah cara baru untuk menguasai lingkungan atau melewati segala macam bentuk obstacles yang ada di sekitar kita hanya dengan mengandalkan kekuatan tubuh manusia seutuhnya.
Tujuan dan inti dari Parkour itu sendiri adalah mampu menghadapi semua rintangan atau obstacles di sepanjang track yang kita lalui, baik itu di lingkungan alam maupun di lingkungan perkotaan, dengan menggunakan beberapa gerakan yang istimewa dan indah dengan cara mengkombinasikan beberapa gerakan yang mengalir dan control yang penuh.
Parkour juga mengandung pembelajaran yang positif untuk diri sendiri, yaitu manjawab tantangan untuk melawan semua rasa takut dari dalam diri kita sendiri. Karena kadangkala setiap rintangan dan obstacles yang akan kita lalui tidak seperti yang pernah kita bayangkan.
Nilai-nilai kehidupan yang terdapat dalam Parkour
Seni untuk melewati semua masalah dalam track kehidupan
Saat kita menjalankan track kehidupan, terdapat banyak rintangan dan masalah hidup yang terlihat seperti obstacles dalam hidup. Semua orang pasti mempunyai tjuan akhir. Tapi saat kita bergerak ke tujuan akhir, banyak rintangan (obstacles) yang menghadang. Dengan memakai prinsip dari Parkour, kita akan berusaha melewati rintangan obstacles tersebut dengan indah dan penuh control. Memecahkan masalah yang kita hadapi dengan efektif dan efisien. Semua manusia pasti mempunyai track kehidupannya masing-masing.
Melawan Rasa takut
Seseorang yang takut mencoba tidak akan berbuat apa-apa dan tidak akan menjadi siapa-siapa. Semua manusia pasti melewati proses seperti ini. Kalau kita tidak bisa melawan rasa takut, tidak akan ada kemajuan dalam kehidupan. Kita bisa mengendarai sepeda motor, sukses dalam bisnis, memenangi tender, dan sebagainya, adalah buah dari keberanian kita melawan rasa takut.
Tapi ingat, ukur ketakutan dan keberanianmu dengan meteran nyali. Kalau kita terlalu berani, kita akan bertindak bodoh, ceroboh, bahkan celaka. Tapi, jika terlalu takut, kita tidak akan berbuat apa-apa. Jadi antara rasa takut dan berani harus seimbang.
Bangkit dari kegagalan
Saat kita mencoba suatu gerakan di Parkour, kita akan selalu mengalami kegagalan atau jatuh. Tapi kalo kita terus bangkit berdiri dan mencoba lagi, kita pasti akan bisa menguasai salah satu gerakan tersebut. Begitu pula dalam kehidupan.saat pemanasan itu harus konsentrasi.
Flexibilitas dan fluiditas
Berlatih Parkour akan membuat diri kita flexible dan semangat kita terus mengalir. Begitu pula dalam kehidupan. Saat kita berada dalam lingkungan baru, kita berpikir untuk tetap flexible dan mampu beradaptasi dengan lingkungan tersebut. Walaupun lingkungan tersebut awalnya tidak membuat diri kita nyaman. Sedangkan fluiditas akan membuat diri kita mempunyai semangat yang terus mengalir untuk menjalani kehidupan walaupun mempunyai masalah yang berat.
Kreatifitas dan kebebasan
Dalam Parkour kita bisa berkreasi untuk menciptakan gerakan atau menggabungkan beberapa gerakan dasar menjadi gerakan baru tergantung kreatifitas kita. Hidup pun begitu, kita harus kreatif sehingga bisa berguna dan bermanfaat dalam kehidupan. Selain itu, Parkour juga mengajarkan kita untuk bergerak bebas menuju kebebasan tanpa melawan aturan.
Parkour menentang kompetisi
Sebuah kampanye datang dari beberapa praktisi Parkour tentang menentang keras adanya kompetisi dan rival di dalam Parkour. Kompetisi tidak sesuai dengan filosofi dan nilai moral dari parkour yang mengutamakan kebebasan. Kompetisi hanya akan mendorong seseorang untuk mengalahkan orang lain yang disaksikan oleh penonton atau hanya akan menambah keuntungan oleh beberapa corporasi yang hanya mengambil keuntungan dari Parkour.
Latihan Parkour bukan ditujukan untuk melawan atau mengalahkan orang lain. Parkour ditujukan untuk membantu orang lain sehingga manusia mempunyai cara berpikir moderasi (sederhana) dan memiliki ketahanan fisik yang lama.
Parkour bukan olahraga ekstrem
Banyak orang awam yang melihat video-video Parkour mulai beranggapan bahwa Parkour adalah olah raga ekstrem dan menggolongkannya dengan olahraga seperti skate board, bmx dan lainnya. Sehingga banyak orang yang nekat melakukan gerakan-gerakan berbahaya yang akhirnya berakibat pada cedera serius.
Parkour tidak hanya berhubungan dengan nyali saja, tapi sangat berhubungan erat dengan pikiran matang, latihan fisik dan dan teknik yang terus menerus dilakukan. Gerakan-gerakan yang kita lihat melalui video seperti yang dilakukan David Belle dan anggota Yamakasi merupakan hasil dari sebuah latihan panjang selama belasan tahun.
Saat ini Parkour mulai dikenal di seluruh dunia termasuk di Indonesia sendiri. Perlahan-lahan beberapa traceur yang mengerti akan filosofi dan teknik dalam Parkour mulai bertambah. Berkat pembelajaran dari beberapa informasi yang benar mengenai originalitas tentang parkour dari sumber-sumber tepercaya, lambat laun Parkour menjadi sebuah kebutuhan dan disiplin dalam setiap traceur yang memiliki pemahaman dalam jiwanya masing-masing. Pengetahuan seperti inilah yang harus disebarkan ke masyarakat luar dan memberikan edukasi yang benar tentang Parkour mulai dari sejarah dan filosofi yang terkait di dalamnya.
Intinya adalah, Parkour bukan hanya melatih fisik saja. Parkour juga mencerminkan sebuah filosofi moral dengan nilai-nilai tersendiri. Bukan hanya sekedar sebuah olah raga, tapi juga sebuah seni. Dan yang paling penting Parkour adalah sebuah filosofi yang selalu dipakai semua orang setiap hari.
Parkour di Indonesia berkembang pertamakali pada tahun 2007 di bawah naungan Parkour Indonesia (www.parkourindonesia.web.id). Parkour Indonesia memiliki tujuan untuk berperan sebagai sumber informasi mengenai Parkour dan pengembangan Parkour bagi masyarakat Indonesia.
Seperti pesan David Belle yang disampaikan kepada para traceurs melalui Lisses and Parkour Documentary “Pilgrimage”, karya Duncan. Ajarkanlah orang-orang ini..
Jika kamu memahami parkour, maka sebarluaskan pengetahuan tersebut kepada orang lain, anak-anak, teman, ataupun kepada mereka yang memiliki pengetahuan yang kurang tepat ataupun kurang lengkap mengenai parkour. Jika kamu kurang yakin maka buka mata, telinga, dan belajarlah.
Hanya terdapat satu-satunya parkour dan itu merupakan metode yang diwariskan kepada David Belle oleh ayahnya – berbagai bentuk disiplin lainnya adalah untuk dihormati tetapi tetap saja merupakan suatu bentuk disiplin yang lain, dan parkour sejati masih berada di luar sana. Parkour diketahui oleh umum dan jumlah orang yang mempelajarinya terus bertambah.
Jika kamu berniat untuk menolong – jika kamu adalah traceurs sejati dari lubuk hati – maka kamu tidak akan bergerak maju sendirian, tetapi kamu akan menuju ke barisan terbelakang dan menolong orang lain untuk maju bersama kamu.
Parkour saat ini telah banyak diangkat dalam berbagai film, diantaranya Yamakasi dan Benlieue 13 yang dibintangi oleh pencipta seni parkour ini yaitu David Belle, hingga salah satu film dalam serial James Bond 007 yang berjudul Casino Royale dan sempat dimunculkan dalam film Punisher: War Zone pada tahun 2004.
Selain dalam film panjang, parkour juga pernah dimunculkan dalam iklan komersial Nike yang berjudul First Love dan Angry Chiken serta dalam iklan komersial BBC.
Di Indonesia sendiri film tentang parkour ini juga pernah dibuat versi film pendek oleh Padepokan Film Malang bekerjasama dengan komunitas parkour pertama di Kota Malang yaitu Play On. Film tersebut berjudul After Run, pernah ditayangkan dalam berbagai acara pemutaran film indi di Kota Malang, Kota Surabaya, hingga Kamal- Madura. Saat ini, film tersebut telah diunggah di internet sehingga dapat disaksikan di youtube.

Minggu, 07 Oktober 2012

Bersama anak-anakku, karena tugas orangtua awasi dan bimbing anak-anaknya

Minggu, 7 Oktober 2012. Hari santai setelah seminggu berkutat dengan berbagai tugas rutin, dari urusan rumah tangga, sekolah anak2, urusan kampusku, mengajar dan belajar....

Namun ternyata Yudha kembali dari lempat lesnya di Gelora Samudra, lapangan sepakbola Kuta, karena hari ini tidak ada latihan. "Ada pertandingan antar klub sepakbola Yunior di Jimbaran" Demikian ujarnya. Dia merengek merayu, minta dihantarkan ke kolam renang untuk berenang bersama temannya, anak tetangga. Maka, aku meluncur ke Tiara Dewata dengan ber motor ria, bersama Made Yudhawijaya, dan sahabatnya, Ketut Adi Suwartana. Kuangkut pula laptop dan perangkat kerjaku. Aku ingin tetap bisa sambil baca2 dan bekerja. Sambil menyelam, minum air, dan kelelep dah....



Tiga jam dia berenang bersama temannya di kolam renang Tiara Dewata, kutuntaskan tiga tulisan, dan bahkan, sempat berbelanja kebutuhan rumah tangga di supermarket tersebut. Saat kembali ke kolam renang, kudapati mereka sedang asyik menikmati bekal makan siang yang kubawa dari rumah. Well, mereka sedang dalam masa pertumbuhan, membutuhkan banyak supply dan motivasi utnuk mengembangkan segala potensi yang ada di dalam diri, agar penyalurannya tidak negatif


Tuntas dengan urusan renang, waktu menunjukkan pukul 11 siang. Kami bergerak bersama menuju SMAN 3 Denpasar, yang terletak di Jalan Nusa Indah.

Wayan Adi Pratama, si putra sulung, sedang mengikuti lomba Olimpiade Sains dan Matematika. Aku ingin pula memberikan dukungan bagi putraku ini.

Aku percaya, anak adalah pribadi yang unik dan dewasa pula. Kita harus bisa mengawasi dan membimbing mereka tumbuh berkembang apa adanya, dengan sepenuh semangat mereka sendiri. Maka, kuberi mereka pemahaman dan pengembangan beragam aspek dalam diri sedari dini.



Kami duduk bersama di bale bengong yang terletak di samping ruang guru SMAN 3 Denpasar. Yudha dan temannya asyik memainkan rindik. Hmmm, sungguh, dukungan kreativitas yang diberikan tenaga pengajar akan mendukung pula terciptanya prestasi maksimal anak didik dalam beragam bidang pengetahuan. Salah satunya, dengan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai seperti rindik ini.










Tak berapa lama, terlihat adi dan teman-temannya, sesama murid SMAN I Denpasar, berjalan beriringan. Perlombaan telah usai, tinggal menanti pengumuman seminggu kemudian.Mereka menghampiri kami dan masih asyik memperbincangkan materi lomba tadi.


Anak-anakku sayang, Wayan Adi Pratama, dan juga Made Yudhawijaya, yang sering kupanggil dengan, My Lovely Amazing Handsome Bodyguard. Juga jutaan anak-anak lain di dunia..... Hidup kita tidaklah ditentukan dari lembaran sertifikat maupun lembaran ijasah yang kita peroleh. Kesuksesan dan keberhasilan dalam hidup ini ditentukan dari perjuangan dalam mewujudkan perolehan sertifikat maupun ijasah tersebut.

Jadilah anak-anak yang menghargai setiap perjuangan kalian, yang menghargai diri sendiri dan juga orang lain, yang tidak mudah menyerah kalah dalam setiap problema, ujian dan tantangan...... Karena masa depan ada di tangan kalian, masa depan negeri ini ada dalam genggaman kalian pula. Negeri ini membutuhkan kalian, yang harus memenuhi panggilan negara tersebut.