Jumat, 22 Februari 2013

Apresiasi bagi murid SMANSA yang berprestasi akademik & non akademik


Kamis pagi hari, 21 Februari 2013, Putra sulungku mengangsurkan sepucuk surat undangan. "Ma, ada undangan untuk menghadiri acara apresiasi bagi para murid SMANSA yang berprestasi. Datang ya, dengan bapak", demikian ujarnya.

Hmmm, pada surat undangan tersebut tercantum Jum'at, 22 Februari 2013, bertempat di Wantilan Ayodya, Art Centre, pukul 10 pagi. Dheuh... sedangkan Jum'at ini ada ujian sidang skripsi bagi mahasiswa/i STPNDB. Namun..... anak adalah kebanggaan orangtua, maka, akan kulakukan segala yang mungkin bagi anak-anakku.

Akhirnya, Jum'at pukul 10 pagi, 22 Februari 2013, aku duduk manis bersama para orangtua, para guru, juga para murid SMAN I Denpasar yang menerima undangan. Di deretan terdepan, telah duduk manis, kepala sekolah, berdampingan dengan Waka Komite Sekolah, Ketua Komisi Bid. Pendidikan di DPRD, dan yang tiba kemudian, Kadisdik Propinsi Bali.

Acara ini diselenggarakan sebagai ajang Apresiasi bagi 240 siswa berprestasi dalam 514 jenis perlombaan dan pertandingan yang diikuti, baik level lokal maupun nasional dan manca negara, dalam rentang waktu Februari 2012 - Februari 2013. Sebagai apresiasi bagi siswa, orangtua dan keluarga, juga para guru sekaligus masyarakat, dan berkaitan dengan Ulang Tahun Kota Denpasar ke 225....



Para siswa yang tergabung di dalam Sekeha Gong Smansa.




Para penari tari Sekar Jempiring dari sanggar tari Puspa Kencana. Lemah gemulai dan lincah menghentak, seluruh tubuh bergerak.....




Waka Komite Smansa : dan, berikan ruang seluasnya, bagi setiap anak, disertai bimbingan dan pengawasan para ortu, para guru dan masyarakat, bagi mereka untuk ber prestasi di bidang akademik, non akademik, juga Ujian Nasional....



 Kadisdik Prop. Bali: Bekerja keraslah, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas.... Orang yang tidak mau belajar dan berkarya adalah pemilik masa lalu. Kita semua harus menjadi unggul, mencoba berpikir unggul, karena dengan berpikir unggul kita bisa mengembangkan jati diri dengan sebaik mungkin....





sebagian dari siswa berprestasi...... 
Namun, ingatlah selalu, sayang... bukan hanya banyaknya jumlah prestasi yg telah kalian capai, bukan hanya level jawara dan juara, bukan pula deretan piala dan timbunan piagam yang tentukan prestasi kalian semua. Keberhasilan kalian diukur dari usaha, perjuangan, semangat yang menyertai setiap langkah dalam mencapai tujuan hidup....






Komunitas Teater Angin Smansa....



Anak...... adalah kebanggaan orang tua. Sebagian orangtua berdiri dengan bangga.... segudang bahagia tercipta dari senyum yg terpampang di wajah mereka.




Kami mungkin hanya tinggal tulang berserakan... Kalian lah para calon pemimpin negeri ini yang kan membawa damai dan perkembangan jaman.... Kutitipkan masa depan negara dan bangsa dalam genggaman tangan kalian semua.




Senin, 18 Februari 2013

My lovely amazing handsome bodyguards..... and enterpreneurship.

Terbirit2 kabur dari Nusa Dua sepulang kerja hari ini, karena Yudha, pangeran bungsuku tidak berhasil menghubungi bapaknya untuk mengantarnya les. Namun setelah tiba di rumah menembus belantara jalan panas berdebu, kudapati si bapak dan anaknya sudah menghilang berdua. Hweleh wheleh....



Di halaman rumah masih tergelar hamparan bunga jepun / bunga kamboja kering. Yudha rajin mengumpulkan bunga yang banyak berjatuhan dari pohon kamboja yang kami miliki. Lumayan, dia sudah berhasil memiliki hampir seratus ribu dari bunga jepun kering yang dijualnya.

Di halaman rumah kami pula, potongan kulit buah manggis yang kami makan kemarin sedang dijemur. Lumayan lah. Ekstrak yang terkandung di dalam kulit manggis diyakini memiliki khasiat beragam jenis penyakit. Jemuran kulit tersebut bisa direbus, dan airnya dimimum. Xanthone, senyawa super antioksidan tingkat tinggi yang terdapat pada kulit manggis dan daging buah manggis yang bermanfaat untuk anti penuaan dan obat alami untuk penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes, stroke, jantung dan ginjal serta penyakit – penyakit kronik lainnya yang sulit disembuhkan.



Si sulung yang tiba kemudian dari sekolah SMANSA, membawa segulung lembaran dari kulit sapi. Hmmm, sungguh, anak-anakku ini tidak pernah berhenti barang sejenak, dalam menggugah semangat kreativitas pada diri mereka.

"Adi beli lembaran ini tadi seharga Rp. 250.000. Adi bakal kongsi an dengan Agung, teman sekelas. Rencananya mau buat dompet, yang nanti adi jual lagi ke teman-teman, ma". 

Dan.... rencana membuat desain, membeli bahan, merancang cara pembuatan, juga bagaimana memasarkan dan menjual produk, sudah dia praktekkan sedari dahulu. Berawal dari SD dengan membuat beragam asesoris, kemudian beranjak SMP hingga SMA, dengan beragam desain grafis yang dihasilkannya, hingga menjadi fotografer di beragam kegiatan yang diikuti.



Well......
Terbanglah tinggi wahai anak-anakku..... mengejar impian dan cita-cita, menyatukan beragam harapan juga usaha nyata, sepenuh semangat di jalan dharma. Swaha bersama Sang Hyang Widhi Wasa.



http://forum.detik.com/duh-jumlah-wirausaha-ri-masih-kalah-dari-malaysia-t633100.html

Jakarta : Basis wirausaha Indonesia sampai saat ini masih sekitar 2% atau 700 ribu orang. Angka tersebut kalah dibanding Malaysia yang sudah menyentuh level 5%.

Deputi Bidang Industri dan Perdagangan Kementerian Perekonomian, Eddy Putra Irawady mengatakan syarat negara maju membutuhkan jumlah wirausaha minimal 2% dari total populasi.

"Sekarang jumlah wirausaha kita sekitar 700 ribu atau 2%. Sehingga masih dibutuhkan 4 juta wirausaha baru untuk memenuhi persyaratan itu," katanya di acara Kompetisi Bisnis (Kompek) ke-15 di Jakarta, Senin (18/2/2013).

Padahal jika melongok perkembangan negara tetangga, menurut dia, Malaysia telah mengungguli sebesar 5%, sementara Singapura menanjak di angka 7%.

"Bahkan jumlah wirausaha di Amerika Serikat sudah mencapai 11%. Sangat jauh bila dibandingkan Indonesia," tutur Eddy.

Data Badan Pusat Statistik tahun 2010 menunjukkan, dari sekitar 40 juta angkatan kerja terdiri dari tamatan sekolah dasar (SD) sebesar 50%, sekolah menengah pertama (SMP) 19,1%, dan 23,4% dari lulusan sekolah menengah atas (SMA) sederajat, diploma 2,8% serta sarjana strata satu sebesar 4,8%.

Oleh sebab itu, Eddy menjelaskan pihaknya terus mendorong peningkatan wirausaha muda melalui beragam kebijakan pengembangan. Diantaranya, melalui pelatihan, inkubasi, pemagangan, kolaborasi dan kemitraan.

"Perluasan akses pembiayaan (KUR), modal ventura, keuangan syariah, dana bergulir, pembiayaan ekspor dan sebagainya," pungkasnya.

Selanjutnya, memperluas akses pasar para wirausaha tersebut dengan pembagunan pasar dan pertokoan, promosi, penggunaan produk dalam negeri serta pembelian pemerintah. Juga penyederhanaan regulasi dan kemudahan birokrasi

"Perizinan akan disederhanakan, dan dipermudah, seperti mengisi satu formulir saja atau lainnya. Terpenting, wirausaha itu nantinya punya identitas alias terdaftar," ujar Eddy. (Fik/Ndw)

Selasa, 12 Februari 2013

Sengkui demi Yudha, 10 Februari 2013

Malam hari setelah seluruh anggota keluarga berkumpul kembali setelah beragam aktivitas.....


Yudha curhat tentang kegalauan hatinya. "Ma, besok Yudha harus bikin sengkui di sekolah, saat pelajaran ketrampilan. Yudha sudah belajar, tapi tetap gak bisa....."

Hmmm, my lovely handsome amazing bodyguard sedang bersedih. Apa yg harus kulakukan?? Tidak ada pelepah daun kelapa di malam hari begini. Sudah pukul 9 malam.

Well, emak yg bijak bakal selalu penuh dengan ide kreatif. Tak ada rotan, akar pun bakal berguna. Maka, kuambil selembar kertas, kuminta dia mulai menggunting lembaran kertas putih tersebut.

Darimana kami dapat mencari contoh sengkui??? Ah ha..... aku punya akses internet 24 jam, dari modem sederhana kami. Maka, kami jelajahi bersama beragam situs yang dapat memberikan informasi mengenai filosofis dan bentuk sengkui, sebagai sarana perlengkapan bersembahyang.

Setelah dapat, kami mulai meniru, mencoba berulang kali, dan semakin menebalkan keyakinan serta minat Yudha. Terlepas dan terurai berkali, kuambil jepitan kertas, dan memintanya untuk menjepit bagian yg terlepas, hingga akhirnya berhasil sedikit demi sedikit.

Ehm.....
.... teruslah berusaha, anakku. Karena keberhasilan tidak diukur dari hasil, namun dari seberapa besar usaha dan perjuangan dalam belajar dan berkarya mencapai hasil tersebut.

Sengkui merupakan alat yang terdiri dari anyaman pelepah daun kelapa. Sengkui terdiri dari beragam jenis. Beberapa yg kutahu adalah 


                               Sengkui Prana Matra / Tatakan Klabang 7 / pinaka Sapta Petala. 



             Sengkui  Butha Matra / Tatakan Klabang 9 / katur majeng sang ngawe urip, Nawasanga.



                          Sengkui Pradnya Matra / Tatakan Klabang 5 / pinaka pangider buana.

 http://cakepane.blogspot.com/2012/12/banten-caru-eka-sata-dan-caru-rsi-ghana.html

...dan, malam ini mereka bikin pancake, alias kue dadar.. 12 Feb 2013

Setelah makan malam dan membahas segudang aktivitas hari ini, si bungsu nyeletuk..... "Ma, masih ada kue?". Hmmm, tak kuhiraukan, karena kami baru habis makan malam.

Namun kemudian, karena ini dia ulangi berkali sambil nonton teve jelang tidur, dan si bapak juga minta minum teh es, oke....... sang emak sudah seharusnya bersiap membongkar dapurnya.

Kami berkumpul di ruang belakang. Kukeluarkan berbagai bahan dan barang yang mungkin kami pergunakan. Ada tepung terigu dua gelas, ada pisang sesisir, ada telur dua butir. 
















Si bungsu dengan sigap mencuci tangannya dan mengaduk tepung dan telur dalam sebuah piring. Kuberi gula pasir dua sendok. Penggorengan panas dengan sedikit minyak, lalu adonan dituang ke dalam penggorengan hingga pipih. Setelah kekuningan, kuangkat dan diangsur pada si sulung. Dia menuangkan sedikit madu, sedikit gula aren, sedikit misis, sedikit irisan pisang.... dan,  Ouilala...... Kerja sama ini berbuah hasil yang ceria.....




Dapurku kembali kotor berseri....Namun kebersamaan ini sungguh indah. Takkan kugantikan dengan apa pun. together with my lovely handsome amazing bodyguards. Ouilala..... a simple magic, and, avecadabra.... astungkara, seribu rasa, seribu gaya, seribu cara, bersama keluarga.

Sabtu, 09 Februari 2013

Putraku.... My Lovely Handsome Amazing Bodyguards. Dari Ogoh-ogoh dan Sushi di malam minggu.



Tidak bepergian kemanapun seharian, hanya berdiam diri, mengurus keluarga, merapikan se isi rumah, menanti anak dan suami pulang kerja. Ternyata, meski demikian, tetap menyita konsentrasi pula.....

Pukul 3 sore mendapat kunjungan seorang wanita cantik dari Jakarta, sahabatku, Ibu Lia. Dia tiba seorang diri, dan.... kami berdiskusi tentang banyak hal. Tentang harapannya, impiannya, keresahan dan kegalauannya, dan keinginannya akan masa depan gemilang bersama keluarga. Hmmm, setiap orang memiliki masalah dan peluang masing-masing, ibu Lia..... Jangan pernah mudah menyerah kalah.

Berikutnya, iparku tiba sekeluarga. Mereka habis bepergian bersama ke Serangan. Anakku yang bungsu, Yudha, sedang sibuk dengan teman-temannya, membuat ogoh-ogoh yang bakal mereka arak menjelang hari raya Nyepi kelak. Tak lama kemudian, iparku sekeluarga pamit untuk kembali ke rumahnya, dan Yudha minta ikut untuk menginap di rumah ipar di jalan Antasura. Well, toh besok adalah hari Minggu. Maka kuijinkan.






Malam hari, sudah pukul 9 malam tatkala Adi, putra sulungku tiba sehabis mengikuti les sekolah. Dia kini kelas 3 SMA. Tahapan pemantapan menghadapi ujian nasional sungguh membuat para murid di kelas akhir menjadi sedikit tegang. Ah.... semoga mereka sukses semua.

Lelahkah Adi setelah seharian disibukkan aktivitas sekolah dan les nya? Hmmm, belum !! Dia minta ijin untuk keluar lagi, mencari kulit nori bagi lembaran sushi yang akan dibikinnya. "Hanya ke C K sebentar, kok ma", katanya sambil berlalu. Sungguh...... remaja membutuhkan penyaluran tenaga berlebih mereka secara positif.

Tak lama kemudian dia tiba kembali. Setelah mencuci bersih tangannya, dia mengeluarkan lembaran kulit nori tersebut. Pada selembar plastik dia meletakkan selembar kulit nori yang kemudian dibasahi dengan sedikit air. Ditaburinya nasi, lalu meletakkan potongan daging, potongan timun, lalu digulungnya. Berikutnya, kembali diulangi proses tersebut, hingga seluruh kulit nori sudah terpakai untuk menggulung nasi dan potongan daging. Kusiapkan es teh baginya, dan.... kami menikmati malam minggu sambil makan sushi.








Sushi (鮨, 鮓, atau biasanya すし, 寿司 ?) adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau sudah dimasak, rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka, garam dan gula id.wikipedia.org/wiki/Sushi




Kitchen dictionary menjelaskan bahwa :
A Japanese specialty based on boiled rice flavored with a sweetened rice vinegar, a mixture called sushi meshi. There are many varieties of sushi including nigiri sushi (thin slices of raw fish seasoned with wasabi and wrapped around or layered with rice); hosomaki (thin sushi rolls); and futomaki (thick sushi rolls).



Read more at: http://www.food.com/library/sushi-554?oc=linkback