Dari Yudha yang kembali sekolah, hingga KTP & SIM demi Adi, juga DUPAK, BAN-PT, & Pengamas ku
Pagi ini, hari pertama Yudha bersekolah kembali. Namun kali ini sudah pada bangku kelas 6 SD, pada SDN 3 Padang Sambian Kelod. Pagi sekali dia telah mengenakan seragam sekolah, menyandang ransel berisi beberapa buku baru, dan juga bekal makanan serta minuman yang kupersiapkan. Bergegas dia berangkat sekolah.
Pakaian
yang kucuci telah berderet dengan manis di jemuran. Ada banyak kegiatan
hari ini yang harus kutuntaskan. Namun, pertama adalah urusan Adi
dahulu. Kubangunkan dia yang masih terlelap tidur. Kami harus mengurus
proses pembuatan KTP juga SIM. Dan aku harus bekerja ke Nusa Dua,
menuntaskan persiapan laporan Borang bagi akreditasi BAN-PT, khusus
seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia yang dibebankan padaku. Kami akan
diakreditasi pada tanggal 17 Juli 2013, dan itu berarti dua hari lagi.
Juga harus kutuntaskan Penyusunan DUPAK untuk menuju Lektor Kepala.
Seluruh berkas harus sudah tuntas dikoreksi oleh Prof. Dr. Anggan
Suhandana hari Selasa, 16 Juli 2013. 10 tahun lebih, tidak naik pangkat.
It is enough. Aku ingin dapat lebih. Dan juga persiapan Pengamas,
Pengabdian Masyarakat khusus Program Studi Administrasi Perhotelan yang
bakal diadakan di Desa Petang tanggal 19 Juli 2013, dimana aku sebagai
salah satu motivator.
Adi
baru tidur pukul 3 pagi setelah berdiskusi dengan para teman bagi
pembuatan proyek kerja mereka. Namun pengurusan berkas KTP dan SIM ini
juga penting bagi masa depannya. Dia baru berulang tahun ke 17 pada
tanggal 1 Juli 2013. Dan kini dia berhak mengurus KTP juga SIM. Hingga
tidak perlu was was di tilang bila berkendaraan. Maka, dengan terhuyung
dia bangun, mandi dan mempersiapkan berkas2, dari Surat Pengantar Pak
Klian Dinas kami, Surat Pengantar Kepala Desa, Kartu Keluarga, Akte
Kelahirannya, juga Ijasah SMA.
Kami
meluncur menuju Kantor Kecamatan Denpasar Barat. Mengantri disana,
sebelum diminta masuk untuk pengambilan foto. 10 menit kemudian, KTP
sudah di tangan. Berikutnya menuju ke Poltabes. menyerahkan berkas2
kembali. Mengikuti prosedur dari pemeriksaan berkas, ujian, pembuatan
foto. Sungguh, sebuah ujian kesabaran yang harus kami jalani. Namun
akhirnya berbuah manis...... KTP dan SIM sekaligus berada di tangan.
Hari ini, dua kartu tanda pengenal diri langsung diperolehnya.
Mengapa
aku bersikeras menghantar dan sedikit memaksa Adi mengikuti proses dan
sistematika kerja ini? Karena aku menginginkan dia kelak, suatu saat
nanti, bila tanpa didampingi olehku, dia akan mampu mengurus dirinya
sendiri, dan juga adiknya. Aku semenjak remaja sudah terbiasa mengurus
berkas-berkas administrasi bagi kepentingan diri. mulai dari KTP, SIM,
BPKB, akte kelahiran anak-anakku, berkas asuransi. Setidaknya, aku
paham, betapa pentingnya tertib administrasi. Hal ini bisa menjadi
penanda identitas diri kita sendiri. Maka, ingin kuterapkan pada
keluargaku pula.
Dan....
tuntaskah acara hari ini? Belum. Kami pulang kembali ke rumah. Makan
siang sejenak. Ku ambil printer untuk kubawa bekerja di kantor, karena
sering antre di kantor, dan aku segera meluncur ke Nusa Dua. Adi
berangkat kembali ke Bank, untuk mendaftar PMDK secara online. Kali ini
pilihannya adalah Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
Ah...... How I wish all the best for my son.
Tiba
di Nusa Dua. Tidak ada waktu bersantai. Tim kerja para dosen
Administrasi Perhotelan sedang membongkar dan merapikan berkas.
berderet2 data bertebaran di meja kami. mulai dari data diri para dosen,
data beragam aktivitas yang telah kami lakukan, program kerja, visi dan
misi.
Tepar
kah kami??? Hmmm, tidak ada kata menyerah kalah dengan mudah. Sejauh
bisa kita nikmati waktu bersama. Enjoy aja kaleeee. Bahkan, kami masih
sempatkan waktu untuk makan bersama, megibung di ruang tersebut.
Tanpa
terasa, waktu sudah lewat pukul 15.00 sore. Berkas DUPAK yang kami
susun tak sempat disetor ke ruang PPM. Ibu Lukia sudah berangkat ke
tempat Prof. Dr. Anggan Suhandana di Perum Dosen UNUD, di Menguntur,
Batubulan. Menyerah kalah??? Hahaha, no way !! Adrenalin ku berpacu,
meningkat.
Kurapikan
berkas. Hmmmm, satu ikat besar beragam bendel tersebut kumasukkan ke
dalam tas kantung Go Green besar. Bergabung bersamaku, ibu Nyoman
Sukerti, SE., M.Si. Kami masing-masing mengendarai motor dengan beragam
berkas bendel besar tersebut, beriringan, berpacu di jalan raya berdebu.
Nusa Dua - by pass Ngurah Rai - by pass IB Mantra - Batubulan, dan
akhirnya di perum dosen UNUD, di Menguntur, satu jam kemudian.
Astungkara......
Prof. Dr. Anggan Suhandana sendiri yang menyambut kami. Sejenak
berbincang bersama, bahkan aku sempat menumpang nge print beberapa
berkas yang kurang, menyapa anak beliau yang sedang bersama cucunya,
sebelum akhirnya aku bersama ibu Sukerti berpamit pergi.
Well......
Hidup
adalah perjuangan. Meski terkadang tidaklah mudah, namun kami akan
selalu berjuang. Semoga Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, membimbing
kami senantiasa, dan memberikan yang terbaik di setiap jejak langkah
dalam kehidupan ini.


