Kamis, 08 Agustus 2013

Martabak Yunani ala super chef Yudha & Adi di malam hari



Kamis 8 Agustus 2013. Setelah serangkaian kegiatan sepanjang hari, dan kami sudah bersembahyang di malam hari, menikmati makan malam, dan berbincang sebelum menutup hari ini.... terbersit niat dari Yudha, ingin memasak. Dia mulai membuka lemari mencari barang yang bisa diolah menjadi makanan.

Maka, mereka berulah lagi, dan, dapurku berantakan lagi, dan, sang super chef Adi &Yudha, berkarya di malam hari, dan, jadilah martabak Yunani.... Hmmm, dengan sebutir telur, sepiring irisan tipis sayur kol, dan lima sendok tepung terigu, sepiring martabak mini terhidang di meja.



Bila cinta bisa hadir lewat perut.... banyak cinta di rumah kami, karena cinta itu sederhana dan begitu indah, meski tidak hadir mewah.....


"Kok namanya Yunani, Nak?", tanya sang bapak. "Hehe.... suka-suka aja. Karena kami suatu hari kelak akan kesana". Wooww.... lengkapi mimpimu menjulang langit dengan semangat di dada, anak-anakku tercinta, My Lovely Amazing Handsome Bodyguards...... My sons








Inaugurasi Peserta PSDP STPNDB Tahun 2013








Akhirnya...... 753 peserta Pembinaan Sikap Dasar Profesi Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali tahun 2013 berkumpul di ruang aula. dengan 24 orang warga kakaktua di antara mereka, dan 4 % diantaranya tidak lulus karena masalah prosentasi kehadiran selama PSDP, dan juga tugas-tugas yang mereka lakukan. Kami, para dosen dan pegawai yang terlibat, para panitia dari Senat Mahasiswa, semua berkumpul bersama menikmati acara sederhana ini. Mereka secara sah dinyatakan lulus PSDP, dan diterima sebagai warga baru STPNDB.

Perjuangan belum berakhir, namun baru dimulai, dan kita semua harus bahu membahu saling memotivasi agar visi dan misi lembaga, juga dalam diri masing-masing, bisa selalu berprestasi.












Bapak Dr. Drs. I Nyoman Madiun, M.Sc., mantan ketua STPNDB, juga turut hadir, beserta para Tim Brimob yang telah turut membantu kami untuk membina mental dan fisik para mahasiswa baru selama PSDP STPNDB 2013.

Adi sudah pulang ke rumah dari Nusa Dua bersama temannya, Made Pasek Bhajraskara, kemarin malam pukul 20.30. Dan dia baru tahu pula, bahwa dia lulus pada tahapan I dari seleksi STAN, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. masih ada tahap II berupa tes fisik dan tes wawancara, yang harus dilaluinya pada tanggal 20 dan 21 Agustus 2013, di Renon, sebelum dia dapat dinyatakan sebagai mahasiswa dan mengikuti pendidikan ikatan dinas pada STAN, entah dimanapun berada.

Pagi ini, Jum'at, 2 Agustus 2013, dia berkumpul bersama 700 an mahasiswa yang dinyatakan lulus sebagai mahasiswa peserta PSDP STPNDB 2013. Dan, setelah melacak pada situs UNUD, kami juga telah tahu bahwa dia tidak berhasil lulus pada seleksi tes jalur PMDK mahasiswa UNUD, Dia kembali gagal, kali ini pada pilihannya akan Fakultas Kedokteran UNUD.

Well.......
Mungkin, memang hanya ini takdir yang tersedia untuknya. Hidup akan terus bergulir.... tidak ada waktu untuk merenungi diri dan berkeluh kesah. Lanjutlah melangkah anakku sayang.... meski terkadang tidak semua keinginanmu terpenuhi, meski terkadang hidupmu tidaklah indah bagai mimpi dan harapan, teruslah melangkah menyongsong masa depanmu....




PSDP STPNDB bagi Adi (4)

Hari terakhir PSDP STPNDB, Kamis, 1 Agustus 2013. Setelah serangkaian hari-hari yang mereka lalui dengan sepenuh semangat, letih dan kantuk mendera, demam dan juga galau yang melanda...... akhirnya mereka bisa sedikit bernafas lega.




Pagi hari mereka telah berada di pantai Pendawa. Ya, karena hari terakhir ini, mereka dipusatkan di pantai tersebut. Dari kegiatan bersih pantai, hingga beragam permainan, dan kemudian akan diakhiri dengan kegiatan penutupan oleh bapak ketua STPNDB di sore hari.




Dengan perasaan bangga, aku bisa bersyukur...... Anakku lulus dengan sepenuh semangat yang ada pada dirinya. Ini sungguh membahagiakan dan membanggakan pula. Sungguh tidak gampang jejak langkah untuk menjadi pria dewasa yang telah dijalaninya, dan, masih ada banyak rangkaian lain yang bakal dia jalani pula.




Mereka yang sedang berhalangan, seperti remaja putri yang sedang datang bulan / menstruasi, dikumpulkan dalam sekelompok regu, bertugas menyusuri jalan yang telah diarahkan panitia, hingga ke tempat dimana upacara penutupan akan berlangsung.
Kelompok Rusia, dikerjai panitia, dengan berbuat seolah-olah salah satu anggota mereka hilang. Mereka diminta mencari hingga rekan mereka tersebut bisa mereka temui. Hmmm, dan mereka panik mencari sahabat mereka hingga ke pinggir pantai, ke berbagai daerah yang mungkin menjadi tempat sahabat mereka bersembunyi.














































PSDP STPNDB bagi Adi (3)




Pembinaan Sikap Dasar Profesi Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali hari ketiga. Aku tetap belum bisa sepenuhnya mengamati dan mengikuti aktivitas mereka, baik para panitia, para mahasiswa baru, juga orang yang terlibat disekitarnya. Biasanya, dari tahun ke tahun, selalu ada yang kulakukan bagi mereka. Entah sekedar memberi informasi yang menenangkan para orangtua yang waswas akan apa yg dihadapi para anak mereka, para mahasiswa yang histeria karena kelelahan, atau yang lainnya lagi.....
Kesibukan DUPAK yang harus kutuntaskan, telah menyita perhatian dan tenaga. Meski kami berada pada tempat sama, STPNDB, namun aku tidak bisa menjangkaunya. Bahkan, hanya bisa kutemui dia jelang acara PSDP bubar setiap pukul enam sore harinya.

Kubawakan Adi beberapa pakaian ganti. "Ma, bawakan Adi celana dalam ya. Abis semua nih". Demikian pesan singkatnya di mobile phone ku. Dan, kusiapkan pakaian ganti baginya, juga bagi Dede sahabatnya. Mereka bersahabat akrab semenjak di bangku sekolah SMAN I Negeri Denpasar. Made Pasek Bhajraskara. Adi menumpang di rumah Om nya Dede. Aku tidak mampu memberi apa pun bagi mereka. Semoga Tuhan membalas budi baik keluarga mereka.






Setelah tiga hari digojlok dengan beragam aktivitas, dan terpisah tinggal sementara dari kami, dia terlihat begitu hitam legam. Demikian pula dengan sekitar 700 an calon mahasiswa baru peserta PSDP STPNDB yang telah berjemur seharian di bawah terik mentari selama tiga hari berturut-turut....
Namun Adi sudah lebih tabah dan tenang menjalani hari-hari ini. "Adi sudah besar. Tidak perlu lagi selalu mengganggu mama dan bapak dengan tugas-tugas Adi". Demikian ujarnya saat kutanya, tugas apa lagi yang belum diselesaikannya, dan membutuhkan bantuan kami untuk melengkapinya.


Dheuuhh......
Sungguh, terkadang aku begitu miris, dan merasa sedih. Dia masih begitu muda, membutuhkan bimbingan dan pendampingan kami. Namun, semua ini demi masa depannya pula...... Dia harus melalui tahapan penggemblengan ini, agar menjadi pria dewasa nan bijak bagi dirinya sendiri, tangguh dalam menjalani hari demi hari, dan segala tantangan juga rintangan dalam kehidupannya kelak.










Bahkan..... kulihat pula para calon mahasiswa baru lainnya, setelah lelah seharian berjemur dengan beragam tugas yang masih menanti untuk dikerjakan, namun menyempatkan diri untuk berfoto ria bersama. Ehm..... sungguh, keceriaan remaja. Dengan segala aktivitas yang ada di seputar kehidupan mereka..... dengan segala tipe karakter kepribadian juga lingkungan yang menyertainya. Mereka akan belajar untuk menjadi dewasa dengan cara mereka sendiri.



Memanjakan sang anak terlalu berlebihan sungguh tidak baik bagi dirinya sendiri, juga bagi lingkungan. Dia hanya akan menjadi pria lembek dan manja. Takkan bisa mandiri. Hidup juga berarti dia harus belajar beradaptasi dengan lingkungan dan situasi yang mungkin terjadi, belajar berorganisasi, belajar bersama-sama dalam sebuah tim, yang berarti harus siap dengan segala kelemahan dan kelebihan orang lain, harus siap mengakui kekurangan dan kesalahan diri sendiri, harus menjadi smakin baik dan bijak dari hari ke hari. Terjatuh berkali, akan bangkit kembali berkali dan berkali.....
Ah, Adi anakku tersayang...... My lovely handsome amazing bodyguard....... Berjalanlah selalu, tegakkan langkah tubuhmu, meski terkadang hidup ini tidak selalu mudah, tidak seindah mimpi dan harapan kita semua.....




PSDP STPNDB bagi Adi (2)




PSDP STPNDB, Pembinaan Sikap Dasar Profesi Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali. Hari kedua, 30 Juli 2013. Tak bisa kudampingi Adi terus menerus di lapangan olah raga kampus STPNDB. Biarlah..... biar dia belajar melalui hari-harinya untuk menjadi pria tangguh dan bijak serta dewasa, dengan caranya sendiri. 
Pukul 18.00 mereka bubar dari lapangan olah raga kampus STPNDB. Dia tetap bersikeras tak ingin terlihat terlalu dekat denganku di tengah masa PSDP STPNDB ini. Kutemui dia di depan gerbang STPNDB, dia sedang bersama Dede, sahabatnya semenjak di SMANSA. Kuangsurkan makanan dan minuman, dan kami berpisah. Dia kembali bergabung bersama teman-teman, dan aku bergerak pulang.
Pukul 8 malam, dia meminta untuk di cek kan datanya pada pengumuman UGM. Dia telah mengikuti ujian masuk di Jogja bulan lalu. Dan.... kembali dia gagal.
"Maafkan Adi, mak. Gagal menjadi anak UGM seperti mama dan bapak". Ujarnya galau via pesan singkat di mobile phone ku.
Ahhh. anakku sayang...... My Lovely Handsome Amazing Bodyguard..... dia sedang terluka. Kembali gagal seleksi masuk perguruan tinggi favorit. Aku yakin, dia menangis pula. Ahhh, kutenangkan dia, bahwa bukan UGM yang menentukan kehebatan seseorang, namun dia akan tetap menjadi anakku yang hebat, dengan segala kehebatan yang dimilikinya sendiri, dengan tetap menjadi dirinya.......

PSDP STPNDB bagi Adi (1)



PSDP STPNDB, Pembinaan Sikap Dasar Profesi Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali. Hari pertama, 29 Juli 2013. Adi menginap di tempat keluarga temannya, sesama alumni SMANSA, Dede Bhajraskara. Mereka telah berada di Nusa Dua seminjak Minggu, 28 Juli.

Senin malam, setelah 3 hari mereka tidak tidur karena menuntaskan beragam tugas, sedang aku tidak bisa mendampingi, karena juga sibuk dengan menuntaskan tugas pembuatan DUPAK, daftar usulan penetapan angka kredit, bagi kenaikan jenjang ke lektor kepala. Adi mengirim pesan di mobile phone ku....... Hatinya sangat sedih karena rasa rindu pada bapaknya, emak dan adik Yudha, juga Icha, kekasihnya yang diterima di Jogja.
Ahhh....... anakku, sang remaja pria, dia dilanda resah gelisah gundah gulana, karena kangen yang menyiksa, juga beragam tugas yang diberikan oleh kakak kelasnya. Padahal, kami hanya terpisah satu jam perjalanan. Ehm..... kutenangkan hatinya, bahwa ini semua demi masa depan yang menanti dirinya, demi segala kebaikan dirinya sendiri...... 
Namun, kudapati diriku sendiri, menangis dalam diam, dengan bulir air mata mengalir perlahan. Lampu kamar yg telah kumatikan, menyembunyikan kesedihan hatiku dan tangisan ini. Ahhh..... aku juga rindu padanya, anakku tersayang.